Kuliner

Puluhan Anak di Bener Alami Diare Massal Diduga Usai Santap MBG

19
×

Puluhan Anak di Bener Alami Diare Massal Diduga Usai Santap MBG

Sebarkan artikel ini
MBG
MBG

PURWOREJO, purworejo24.com – Puluhan anak di Desa Guntur dan Desa Nglaris Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengalami diare dan sakit perut setelah diduga menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejumlah anak yang mengalami keluhan tersebut telah mendapat penanganan awal berupa obat oralit dari pihak dapur penyedia makanan. Namun, sebagian warga mengaku masih mengalami pusing dan diare hingga Jumat (18/9/2026).

Ketua RW 5 Dusun Kalipancer, Desa Guntur, Tri Indrayatno mengatakan, makanan MBG tersebut antara lain didistribusikan kepada siswa MI Guntur, posyandu, ibu hamil, dan anak balita pada kamis (17/9/2026).

Menurut dia, keluhan warga mulai muncul setelah makanan dikonsumsi. Petugas posyandu kemudian menghubungi pihak dapur untuk melaporkan kondisi tersebut.

Dari pihak dapur memberikan obat oralit. Sebagian setelah diberi oralit ada yang sembuh, tetapi ada juga yang masih pusing-pusing,” kata Tri saat dikonfirmasi, Sabtu (19/9/2026).

Tri menyebut keluhan yang dialami warga berupa diare atau mencret disertai sakit perut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, lebih dari 20 anak-anak dari MI dan TK di Desa tersebut mengalami hal diare.

Sementara jumlah lansia dan ibu hamil yang menerima makanan MBG belum diketahui secara pasti.

Dia mengatakan, terdapat pula warga di Desa Nglaris yang mengalami keluhan serupa. Bahkan, seorang anak di desa tersebut dilaporkan mengalami diare berulang kali sejak sekitar Jumat tengah malam hingga Sabtu pagi.

Putranya warga kami sempat didatangi dokter dari MBG. Diare berulang kali sampai pagi. Warga kami sendiri juga mengalami diare, jadi tiga orang dalam satu rumah diare semua,” ujarnya.

Menurut Tri, sejauh ini belum ada warga dari wilayahnya yang harus menjalani rawat inap akibat kejadian tersebut. Namun, sebagian warga masih membeli obat sendiri di warung karena keluhan belum sepenuhnya reda.

Tri juga mengatakan, pihak pengelola sejauh ini baru memberikan obat kepada warga.

Tri berharap pengelola MBG lebih berhati-hati dalam menyiapkan dan mendistribusikan makanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Ia juga berencana mengumpulkan wali murid untuk membahas keberlanjutan penerimaan makanan MBG di wilayahnya. Pertemuan tersebut akan menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan kondisi yang mereka alami serta menentukan langkah selanjutnya.

Kita harus hati-hati sekali. Jangan sampai terulang lagi,” ujar Tri.

Koordinator SPPI Purworejo, Wahyu Kurniawan mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan penanganan terhadap para anak-anak yang menjadi korban dugaan keracunan.

Pertama penanganan terhadap korban yang terdampak duku pak,” katanya.

Meski demikian pihaknya saat ini belum bisa memastikan berapa jumlah korban yang terdampak dugaan keracunan ini. Wahyu sedang melakukan pendataan terhadap jumlah korban.

Masih kita data pak,” tutunya. (P24/byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.