Pendidikan

Sekolah Moderasi Beragama di Purwodadi, Wabup Dion: Perbedaan Jangan Jadi Alasan untuk Bermusuhan

1
×

Sekolah Moderasi Beragama di Purwodadi, Wabup Dion: Perbedaan Jangan Jadi Alasan untuk Bermusuhan

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan
Saat kegiatan

PURWOREJO, purworejo24.com – Menanamkan sikap toleransi dan kemampuan memahami perbedaan sejak usia sekolah dinilai penting untuk membangun generasi muda yang mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi saat menghadiri kegiatan Sekolah Moderasi Beragama yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purworejo di MTs Ma’arif NU Purwodadi, Kamis (24/9/2026).

Di hadapan para siswa, Dion mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, ras, maupun latar belakang merupakan bagian dari kehidupan yang harus disikapi dengan saling mengenal dan memahami, bukan dengan prasangka.

Menurutnya, perbedaan tidak semestinya menjadi sumber permusuhan. Justru, keberagaman dapat menjadi ruang bagi setiap orang untuk memperluas wawasan dan belajar memahami sudut pandang orang lain.

“Semakin kuat iman seseorang, justru akan semakin membuka pikirannya ketika melihat perbedaan. Kedamaian dapat terwujud, bermula dari rasa saling mengenal dan memahami,” ujar Dion.

Ia menegaskan, sikap terbuka dalam menghadapi perbedaan juga tidak berarti seseorang harus kehilangan keyakinan atau prinsip agamanya.

Karena itu, Dion mendorong para pelajar untuk memiliki pemahaman keagamaan yang kuat sekaligus wawasan yang luas. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan maupun informasi yang dapat memicu permusuhan.

“Jangan sampai perbedaan suku, agama, dan ras justru menggerus iman kita masing-masing,” pesannya.

Dion berharap para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, dan kemampuan untuk menghargai keberagaman.

Menurutnya, kecerdasan secara keilmuan perlu berjalan beriringan dengan kematangan dalam bersikap. Dengan demikian, para generasi muda mampu menghadapi berbagai sudut pandang dalam kehidupan tanpa menjadikannya sebagai alasan untuk saling bermusuhan.

Selain berbicara mengenai moderasi beragama, Dion juga mengingatkan para siswa agar mulai membangun pola hidup sehat sejak dini.

Ia menyoroti kecenderungan meningkatnya berbagai penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup dan kini tidak hanya dialami kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia muda.

Dion meminta para pelajar tidak mengabaikan kesehatan karena kondisi fisik menjadi salah satu modal penting untuk mewujudkan cita-cita.

“Segala cita-cita kalian hanya dapat dicapai jika memiliki tubuh yang sehat dan umur yang panjang. Oleh karena itu, jaga terus kesehatan fisik kalian,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala MTs Ma’arif NU Purwodadi Muhamad Mustofa mengatakan, kegiatan Sekolah Moderasi Beragama diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pembelajaran di sekolah, tetapi dapat menjadi bekal siswa ketika berinteraksi di tengah masyarakat.

Ia menilai, pemahaman tentang moderasi beragama penting diberikan kepada generasi muda agar mereka mampu menyikapi keberagaman secara bijak.

“Melalui tema Bersatu dalam Perbedaan dan Kuat dalam Kebersamaan, kita ingin rasa toleransi tertanam kuat pada diri generasi emas mendatang,” kata Muhamad Mustofa.

Menurutnya, toleransi dan kebersamaan merupakan modal penting untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis. Dengan kemampuan menghargai perbedaan, masyarakat diharapkan dapat berjalan beriringan meskipun memiliki latar belakang yang beragam.

“Dengan begitu, masyarakat dapat berjalan beriringan dan bersatu membawa Indonesia menjadi negara yang maju,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.