PURWOREJO, Purworejo24.com – Warga Purworejo kini memiliki pilihan baru untuk berburu kuliner. Mie Ayam Tono 11 Khas Wonosobo resmi membuka outlet di depan Hotel Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (14/10/2026).
Mie Ayam Tono 1 menawarkan mi ayam dan sejumlah menu pendamping, termasuk tempe kemul khas Wonosobo. Tempe Kemul adalah gorengan khas Wonosobo yang menjadi teman setia segala kuliner.
Kata “kemul” dalam bahasa jawa artinya “selimut”, merujuk pada lapisan adonan tepung yang membalut irisan tempe. Bumbu kunyit dan bawang putih yang digunakan dalam adonan memberikan rasa gurih dan aroma khas yang membuatnya sulit untuk ditolak.
Selain sebagai teman Mie Ayam Tono, tempe kemul sering dinikmati sebagai cemilan sore ditemani secangkir teh.
Kehadiran outlet ini membawa cita rasa kuliner Wonosobo lebih dekat kepada masyarakat Purworejo. Selain menyajikan mi ayam dalam beberapa varian, tempat makan tersebut menawarkan aneka minuman dan makanan pendamping dengan harga mulai Rp 1.000.
Pemilik Mie Ayam Tono 11 Khas Wonosobo, Fifi Nuraeni Rachman, mengatakan, pembukaan outlet di Purworejo merupakan langkah untuk memperkenalkan kuliner khas Wonosobo kepada masyarakat di luar daerah asalnya.
“Kami ingin menghadirkan pilihan kuliner yang memiliki cita rasa berbeda bagi masyarakat Purworejo. Selain mi ayam khas Wonosobo, kami juga menghadirkan tempe kemul. Harapannya, masyarakat bisa menikmati cita rasa Wonosobo tanpa harus pergi jauh ke daerah asalnya,” ujar Fifi Kamis (15/10/2026)
Menariknya, usaha kuliner ini dibawa oleh pengusaha asal Kebumen yang memilih memperkenalkan sajian khas Wonosobo di Purworejo. Langkah tersebut sekaligus menambah pilihan kuliner bagi masyarakat di tengah berkembangnya usaha makanan dan minuman di daerah tersebut.
Salah satu daya tarik Mie Ayam Tono 11 adalah pilihan menu yang dapat disesuaikan dengan selera pelanggan. Berdasarkan daftar menu yang ditawarkan, terdapat empat varian mi ayam dengan harga berbeda.
Mi ayam reguler dibanderol Rp 13.000 per porsi. Pelanggan yang menginginkan tambahan bakso dapat memilih mi ayam bakso seharga Rp 17.000.
Sementara itu, tersedia mi ayam pangsit basah dengan harga Rp 19.000 per porsi. Bagi pelanggan yang menyukai pangsit kering, tersedia mi ayam pangsit kering seharga Rp 15.000.
“Variasi tersebut memberikan alternatif bagi pelanggan yang ingin menikmati mi ayam dengan pilihan pelengkap berbeda. Harga yang ditawarkan juga memungkinkan pengunjung menyesuaikan pesanan dengan anggaran masing-masing,” katanya.
Selain mi ayam, tempe kemul menjadi salah satu menu pendamping yang menarik perhatian. Makanan berbahan dasar tempe dengan balutan adonan tepung berbumbu ini dikenal sebagai salah satu kuliner khas Wonosobo.
Tempe kemul di outlet tersebut dibanderol Rp 2.000 per porsi. Menu ini dapat menjadi pilihan bagi pelanggan yang ingin menikmati makanan ringan sebagai pendamping mi ayam.
Pilihan makanan pendamping lainnya juga cukup beragam. Mie Ayam Tono 11 menyediakan tahu bakso dan sosis Solo, masing-masing seharga Rp 4.000.
Adapun sate telur puyuh, ceker, dan lumpia sayur ditawarkan dengan harga masing-masing Rp 3.000.
“Inibyang membedakan kita dengan tempat yang lain, pengunjung bisa piih toping atau pendamping makanan sendiri,” katanya.
Kehadiran beragam pelengkap tersebut memberi keleluasaan kepada pelanggan untuk memilih hidangan sesuai selera. Pengunjung bisa memesan mi ayam sebagai menu utama, kemudian menambahkan makanan pendamping untuk melengkapi santapan.
Untuk minuman, tersedia sejumlah pilihan yang terinspirasi dari minuman khas kawasan Wonosobo dan Dieng.
Es Teh Wonosobo dijual Rp 5.000, sedangkan Es Teh Kampul dibanderol Rp 7.000. Ada pula Es Jeruk Dieng seharga Rp 8.000 dan Es Jeruk Kelapa dengan harga Rp 12.000.
Bagi pelanggan yang menginginkan minuman berbahan kelapa, tersedia Es Kelapa Murni seharga Rp 10.000. Sementara itu, air es dijual Rp 2.000, air putih biasa Rp 1.000, dan air mineral Rp 4.000.
Ragam menu tersebut membuat outlet ini tidak hanya menawarkan mi ayam, tetapi juga menyediakan pilihan makanan pendamping dan minuman untuk melengkapi pengalaman bersantap.
Hartoyo, warga Purworejo menyambut baik kehadiran Mie Ayam Tono 11 Khas Wonosobo. Menurut dia, bertambahnya usaha kuliner dapat memperkaya pilihan makanan bagi masyarakat sekaligus menunjukkan kreativitas pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis.
“Kami berharap kehadiran usaha seperti ini menambah pilihan kuliner sekaligus menunjukkan kreativitas pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis,” kata Hartoyo
Ia berharap, kehadiran usaha kuliner baru dapat ikut meramaikan persaingan usaha secara sehat dan memberikan lebih banyak alternatif bagi masyarakat dalam menikmati sajian makanan.
Hartoyo juga mengajak masyarakat untuk mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Purworejo.
“Kami mengajak warga Purworejo untuk meramaikan UMKM di Kabupaten Purworejo,” ujarnya.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









