PURWOREJO, purworejo24.com — Polres Purworejo mengambil langkah cepat sekaligus humanis untuk mencegah terulangnya aksi tawuran antarpelajar yang belakangan meresahkan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi dan Pencegahan Tawuran Antar-Pelajar yang digelar di Gedung Auditorium Tri Brata Polres Purworejo, Rabu (26/8/2026) sore.
Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Purworejo. Hadir pula Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., perwakilan Dinas Pendidikan Purworejo dan Kebumen, Dinas Sosial PPKB, DP3APMD, UPT PPA, serta BAPAS Magelang.
Forum tersebut juga melibatkan guru Bimbingan Konseling (BK) dari delapan sekolah di Kabupaten Purworejo dan 14 sekolah di Kabupaten Kebumen. Sekitar 60 pelajar dari kedua daerah yang sebelumnya terlibat aksi tawuran di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Butuh, Kemiri, dan Bayan, turut hadir bersama orang tua masing-masing.
Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menegaskan, kegiatan tersebut bukan dimaksudkan sebagai forum untuk menghakimi para pelajar. Sebaliknya, pertemuan menjadi ruang pembinaan dan evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kegiatan ini bukan untuk menentukan siapa yang salah dan siapa yang benar. Bukan juga untuk saling menyalahkan atau mencari siapa yang harus disudutkan. Yang paling penting, kita belajar dari kejadian yang sudah terjadi dan mencegah supaya tidak terulang lagi,” ujar AKBP Windy.
Menurutnya, tawuran tidak dapat lagi dipandang sebagai kenakalan remaja biasa. Aksi tersebut memiliki dampak serius, mulai dari risiko cedera, kerusakan fasilitas, persoalan hukum, hingga kemungkinan jatuhnya korban jiwa.
Karena itu, Kapolres meminta para pelajar tidak mempertaruhkan masa depan hanya karena emosi sesaat maupun provokasi yang muncul di media sosial.
“Adik-adik adalah harapan bangsa, harapan sekolah, dan harapan orang tua. Orang tua menyekolahkan kalian supaya bisa meraih cita-cita, bukan untuk ikut tawuran. Berani menolak tawuran justru adalah bentuk keberanian yang sebenarnya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para siswa agar lebih bijak menggunakan media sosial, tidak mudah terpancing ajakan atau tantangan antarsekolah, serta segera menyampaikan informasi kepada guru, orang tua, maupun kepolisian apabila mengetahui adanya rencana tawuran.
Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menilai munculnya aksi tawuran harus menjadi bahan evaluasi bersama. Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan sekolah, keluarga, pemerintah, dan lingkungan sosial.
“Ini menjadi tanggung jawab kita semua. Ini merupakan indikator bahwa ada hal dalam sistem pendidikan kita yang harus kita benahi bersama dan tentunya menjadi introspeksi kita semua,” kata Dion.
Dion menekankan, dampak paling besar dari tawuran pada akhirnya justru akan dirasakan oleh para pelajar sendiri. Masa depan yang seharusnya dibangun melalui pendidikan dan prestasi dapat terganggu akibat keputusan sesaat yang keliru.
“Jangan sampai pencarian jati diri justru diarahkan pada hal-hal yang merugikan diri sendiri. Masa depan adik-adik jauh lebih berharga daripada sekadar memenangkan konflik sesaat,” pesannya.
Setelah pengarahan umum, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan intensif terhadap para pelajar. Pembinaan dipimpin Kasat Binmas Polres Purworejo AKP Damara Wibowo bersama BAPAS dan Dinas Sosial.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat penegakan aturan, tetapi juga mengedepankan aspek psikologis dan edukatif. Para pelajar diajak memahami konsekuensi dari tawuran sekaligus diarahkan untuk menyalurkan energi dan potensi mereka melalui kegiatan yang lebih positif.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama membangun kesadaran pelajar bahwa keberanian bukan ditunjukkan dengan terlibat dalam tawuran, melainkan dengan mampu mengendalikan diri, menolak provokasi, dan memilih jalan yang mendukung masa depan.
Polres Purworejo berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan para pelajar dapat memperkuat pencegahan tawuran serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan kondusif di Purworejo dan sekitarnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









