Pendidikan

KKN Undip Hadirkan Edukasi Gizi Lewat Permainan “Mitos atau Fakta”, Ibu-Ibu PKK Jambanan Antusias Cegah Stunting

38
×

KKN Undip Hadirkan Edukasi Gizi Lewat Permainan “Mitos atau Fakta”, Ibu-Ibu PKK Jambanan Antusias Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
Foto bersama usai kegiatan
Foto bersama usai kegiatan

SRAGEN, purworejo24.com – Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gizi seimbang dan pencegahan stunting terus dilakukan melalui berbagai cara kreatif. Salah satunya dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Jambanan, Kabupaten Sragen.

Mengusung semangat SDGs poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, mahasiswa KKN Undip menggelar talkshow edukasi gizi anak bersama ibu-ibu PKK Desa Jambanan. Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif agar pesan mengenai gizi dan pencegahan stunting lebih mudah dipahami serta diingat.

Berbeda dengan sosialisasi yang umumnya berlangsung satu arah, kegiatan ini dilengkapi permainan edukatif Mitos atau Fakta” menggunakan kartu berisi berbagai pernyataan seputar gizi anak.

Inovasi tersebut digagas oleh Yudhis Aditya Maulidin, mahasiswa Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi Undip. Ia merancang prototype kartu edukasi yang menjadi media belajar sekaligus sarana diskusi bagi para peserta.

Menurut Yudhis, metode edukasi yang melibatkan peserta secara langsung dapat membuat penyampaian informasi kesehatan menjadi lebih ringan dan menyenangkan.

Saya melihat bahwa selama ini sosialisasi sering kali dilakukan dengan metode ceramah satu arah. Padahal, ibu-ibu PKK adalah orang-orang yang sibuk dan membutuhkan cara belajar yang ringan, tetapi tetap bermakna. Makanya saya buat media ini agar mereka bisa sambil bermain sekaligus mendapat pemahaman yang benar tentang gizi,” ujar Yudhis, Senin (10/8/2026).

Dalam talkshow, peserta terlebih dahulu mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak serta dampak stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

Setelah itu, peserta diajak mengikuti permainan Mitos atau Fakta”. Sebuah pernyataan dibacakan, kemudian peserta diminta menentukan apakah informasi tersebut merupakan mitos atau fakta.

Permainan tersebut mendorong peserta untuk berdiskusi dan bertukar pendapat sebelum menentukan jawaban. Setiap jawaban kemudian dibahas bersama, termasuk memberikan penjelasan untuk meluruskan informasi yang kurang tepat.

Melalui metode ini, peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak berpikir kritis dalam memilah informasi seputar gizi anak yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut menghasilkan dua capaian utama. Pertama, tersusunnya prototype media edukasi interaktif kartu “Mitos atau Fakta” tentang gizi. Kedua, terlaksananya edukasi mengenai gizi seimbang dan pencegahan stunting yang diikuti ibu-ibu PKK Desa Jambanan dengan antusias.

Yudhis berharap media edukasi tersebut tidak berhenti sebagai hasil kegiatan KKN, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Saya ingin ibu-ibu di sini semakin sadar bahwa stunting bisa dicegah dengan makanan bergizi dan pola asuh yang baik. Edukasi yang diberikan dengan cara menyenangkan akan lebih diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Desa Jambanan bisa bebas dari stunting dan anak-anaknya tumbuh sehat dan cerdas,” jelassnya.

Inovasi mahasiswa KKN Tim II Undip ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan di masyarakat dapat dikemas secara sederhana, kreatif, dan partisipatif. Dengan memanfaatkan media permainan, informasi tentang gizi anak tidak hanya disampaikan, tetapi juga membuka ruang dialog sehingga masyarakat dapat lebih aktif memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Program tersebut sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, dengan menggabungkan kreativitas, pengetahuan, dan kebutuhan warga untuk mendukung terwujudnya keluarga serta generasi yang lebih sehat. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.