PURWOREJO, purworejo24.com – Pendidikan anak tidak cukup hanya mengandalkan proses belajar di sekolah. Kehadiran dan keterlibatan orang tua, terutama ayah, memiliki peran penting dalam membentuk karakter, adab, ketahanan mental, serta nilai-nilai agama yang menjadi bekal anak menghadapi masa depan.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sekolah Ayah yang digelar SDIT Ulul Albab 01 Purworejo pada Sabtu (8/8/2026) di Masjid Al Jihad, Argopeni, Kutoarjo. Kegiatan yang diikuti ratusan wali murid tersebut menghadirkan Ustaz Mohammad Fauzil Adhim, S.Psi., penulis buku sekaligus pakar parenting asal Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi para ayah untuk merefleksikan kembali peran mereka dalam keluarga. Ayah tidak hanya dipandang sebagai pencari nafkah, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam pengasuhan, pendidikan karakter, pemberian keteladanan, pemenuhan kebutuhan emosional, serta penanaman nilai agama kepada anak.
Dalam pemaparannya, Fauzil Adhim mengingatkan adanya fenomena “ayah tak hadir meskipun ada”, yakni kondisi ketika sosok ayah secara fisik berada di tengah keluarga, tetapi kurang terlibat dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter anak.
Menurutnya, pendidikan anak membutuhkan lebih dari sekadar pengasuhan fisik. Anak juga membutuhkan proses pendidikan jiwa dan karakter yang dilakukan secara konsisten melalui keteladanan orang tua.
“Ayah adalah sebab utama kebaikan anaknya. Dialah yang meletakkan pondasi anak di atas takwa atau di atas kerusakan. Maka yang dibutuhkan bukan sekadar ri’ayah (pengasuhan fisik), melainkan tarbiyah (pendidikan jiwa dan karakter),” paparnya.
Ia juga mengutip sejumlah hadis Rasulullah ﷺ serta pandangan ulama, antara lain Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Ibn Qudamah, untuk memperkuat pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak.
Salah satu prinsip yang ditekankan adalah adab sebelum ilmu dan iman sebelum adab. Artinya, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari kemampuan akademik anak, tetapi juga dari bagaimana anak memiliki dasar keimanan, akhlak, dan perilaku yang baik.
Para ayah juga diajak memahami kebutuhan psikologis dan emosional anak. Kemampuan orang tua dalam mengendalikan emosi, memberikan perhatian, membangun komunikasi yang sehat, serta menumbuhkan himmah atau cita-cita dan tekad yang tinggi dinilai menjadi bagian penting dari proses pendidikan keluarga.
Kegiatan Sekolah Ayah sekaligus menjadi bagian dari upaya SDIT Ulul Albab 01 Purworejo memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga.

Kepala SDIT Ulul Albab 01 Purworejo, Rokhaniah, S.TP., M.Pd., menyampaikan bahwa sekolah tidak ingin pendidikan anak berhenti pada pencapaian akademik. Pembentukan adab dan karakter juga menjadi perhatian utama.
Sekolah berharap anak-anak tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, memiliki akhlak mulia, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa mendatang.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, menurutnya, sekolah tidak dapat berjalan sendiri. Nilai-nilai yang diajarkan di sekolah perlu mendapatkan penguatan dari lingkungan keluarga.
“Sekolah memiliki cita-cita agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, memiliki akhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan masa depan. Untuk mewujudkannya, sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat dengan ayah dan ibu di rumah,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Upaya tersebut sejalan dengan penerapan Kurikulum Adab di SDIT Ulul Albab 01 Purworejo. Kurikulum tersebut menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam mewujudkan visi “Terwujudnya Generasi Masa Depan yang Berkarakter Qurani, Berakhlak Mulia, Berwawasan Global, dan Peduli Lingkungan.”
Visi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan diarahkan untuk membangun keseimbangan antara nilai-nilai Al-Qur’an, akhlak, wawasan, prestasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Semangat itu dirangkum dalam jargon sekolah, “Unggul Adab, Unggul Prestasi.”
Pesan yang ingin dibangun adalah bahwa prestasi akademik dan berbagai capaian anak akan semakin bermakna apabila tumbuh bersama karakter dan adab yang baik.
Sekolah Ayah bukan sekadar kegiatan parenting, tetapi menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama.
Sekolah berperan memberikan pendidikan dan lingkungan belajar, sementara keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk mengenal nilai, kebiasaan, kasih sayang, tanggung jawab, serta keteladanan.
Ketika nilai yang dibangun sekolah dan keluarga berjalan searah, anak akan mendapatkan lingkungan pendidikan yang lebih konsisten. Sebaliknya, jika terdapat kesenjangan antara nilai yang diajarkan di sekolah dan kebiasaan di rumah, proses pembentukan karakter anak dapat menghadapi tantangan tersendiri.
Karena itu, keterlibatan ayah dan ibu menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat.
Selain memperkuat sinergi pendidikan dengan wali murid, kegiatan Sekolah Ayah juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal budaya dan program pendidikan yang dikembangkan SDIT Ulul Albab 01 Purworejo.
Sekolah saat ini membuka inden murid baru untuk Tahun Pelajaran 2027/2028 hingga akhir Agustus 2026.
Setelah masa inden berakhir, proses pendaftaran murid baru akan dibuka hingga 31 Maret 2027.
Melalui berbagai program pendidikan yang dikembangkan, SDIT Ulul Albab 01 Purworejo berupaya menjadi mitra keluarga dalam mempersiapkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga beradab, berakhlak mulia, berkarakter Qurani, berwawasan global, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Pada akhirnya, pendidikan anak bukanlah pekerjaan satu pihak. Sekolah, ayah, ibu, dan lingkungan harus saling menguatkan.
Sebab, anak-anak yang kelak menjadi generasi penerus tidak hanya membutuhkan bekal ilmu untuk meraih prestasi, tetapi juga membutuhkan fondasi nilai, keteladanan, kasih sayang, dan karakter agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang baik serta bermanfaat bagi masyarakat. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









