PURWOREJO, purworejo24.com – Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR), Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., menegaskan komitmen kampus untuk menjaga lingkungan pendidikan yang bebas rokok.
Dalam pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKKMB) dan Masa Ta’aruf (Masta) 2026, Senin (14/9/2026), ia juga menyampaikan sikap tegas terkait LGBT yang menjadi bagian dari pesannya kepada mahasiswa baru maupun mahasiswa lama.
Dalam sambutannya di kampus UMPWR, Teguh menekankan pentingnya mahasiswa menjaga diri, nama baik keluarga, serta almamater. Ia mengingatkan mahasiswa agar menjauhi kekerasan, perundungan, intoleransi, penyalahgunaan narkoba, dan merokok.
“Mohon maaf, merokok! Kampus kita sudah bebas rokok,” tegasnya di hadapan peserta PPKKMB dan Masta 2026.
Larangan tersebut, menurut Teguh, tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa baru, tetapi juga seluruh mahasiswa yang menempuh pendidikan di UMPWR.
Selain menegaskan kampus bebas rokok, Teguh menyampaikan pernyataan keras mengenai LGBT. Ia menyebut mahasiswa yang diketahui LGBT akan dikeluarkan dari kampus.
“LGBT! Sampai ketahuan mahasiswa LGBT, kami keluarkan dari kampus! Kita tegas,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pesan rektor mengenai pembentukan karakter mahasiswa. Namun, dalam sambutan yang disampaikan, tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai dasar aturan tertulis, mekanisme penanganan, maupun prosedur yang akan diterapkan terkait pernyataan tersebut.
Di luar pesan tersebut, Teguh mengingatkan mahasiswa baru bahwa kehidupan perguruan tinggi menuntut kemandirian dan tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan saat masih duduk di bangku sekolah.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengejar ijazah, tetapi juga perlu memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan potensi, membangun jejaring, menemukan jati diri, dan mempersiapkan diri agar bermanfaat bagi masyarakat.
Ia juga mendorong mahasiswa memiliki karakter yang kuat, adaptif terhadap lingkungan, beriman, bertakwa, jujur, serta mempunyai semangat belajar dan kepedulian sosial.
Mahasiswa juga diminta aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan, seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa (Hima), tanpa mengabaikan prestasi akademik.
“Organisasi jalan, akademik juga jalan, sama-sama jalan,” pesannya.
Teguh turut mengajak mahasiswa menjadi generasi yang mampu membawa perubahan melalui pemikiran yang konstruktif. Ia menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi dalam menghadapi perkembangan zaman yang berlangsung cepat.
PPKKMB dan Masta 2026 UMPWR mengusung tema “Generasi Unggul Berdampak bagi Semesta”. Kegiatan pembukaan ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh rektor.
Sekitar 800 mahasiswa baru mengikuti kegiatan tersebut, termasuk mahasiswa program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) PGSD dari Sulawesi yang mengikuti secara daring.
Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena proses daftar ulang masih berlangsung.
Usai pembukaan, mahasiswa baru mengikuti pengenalan kampus dan paparan materi dari sejumlah narasumber di Auditorium Kasman Singodimejo.
Rangkaian PPKKMB dan Masta dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu (14–16/9/2026), dilanjutkan dengan pengenalan fakultas dan program studi serta kegiatan Pawai Ta’aruf.
Salah satu narasumber yang dijadwalkan hadir pada hari pertama adalah Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom.
Melalui kegiatan ini, UMPWR berharap mahasiswa baru dapat memulai perjalanan akademiknya dengan semangat berilmu, berkarakter, berkemajuan, serta siap mengabdi untuk masyarakat dan negeri. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









