Pendidikan

Bank Sampah Sempat Mati, Mahasiswa KKN IAIAN Purworejo Hidupkan Lagi dengan Gotong Royong

5
×

Bank Sampah Sempat Mati, Mahasiswa KKN IAIAN Purworejo Hidupkan Lagi dengan Gotong Royong

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan
Saat kegiatan

MAGELANG, Purworejo24.com – Bank Sampah di Dusun Wonogiri Lor, Desa Kapuhan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, yang sempat berhenti beroperasi kini kembali dihidupkan.

Reaktivasi dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 4 Desa Kapuhan dari Institut Agama Islam An Nawawi (IAIAN) Purworejo bersama masyarakat setempat pada 23–28 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja KKN yang tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali fasilitas fisik, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih baik.

Mahasiswa KKN bersama warga melakukan pembangunan secara gotong royong. Sejumlah tahapan dikerjakan secara bertahap, mulai dari pengerjaan struktur bangunan, pemasangan rangka, pemasangan genteng, hingga penyelesaian bagian bangunan yang diperlukan agar fasilitas Bank Sampah dapat kembali digunakan.

Ketua KKN Kelompok 4 Desa Kapuhan, Aurellia Zahara Rosyadah, mengatakan pembangunan kembali fasilitas tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat selama menjalankan program KKN.

Kami berharap pembangunan ini dapat menjadi langkah awal agar Bank Sampah di Dusun Wonogiri Lor dapat kembali berjalan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Keberlanjutan Bank Sampah nantinya tetap membutuhkan peran aktif dari masyarakat,” ujar Aurellia.

Menurut dia, keberadaan fasilitas yang memadai diharapkan dapat mendukung masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah. Dengan demikian, Bank Sampah tidak berhenti sebagai fasilitas fisik, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan lingkungan yang berjalan secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dan masyarakat terlibat langsung dalam setiap tahapan pembangunan. Warga turut membantu pekerjaan di lapangan, sementara mahasiswa KKN ikut mengerjakan berbagai kebutuhan pembangunan fasilitas tersebut.

Keterlibatan bersama itu sekaligus menjadi bagian penting dari program reaktivasi Bank Sampah. Selain menghasilkan fasilitas yang dapat digunakan masyarakat, kegiatan tersebut memperkuat interaksi dan semangat gotong royong antara mahasiswa dengan warga Dusun Wonogiri Lor.

Naufa Sabrina, salah satu warga yang memberikan tanggapan terhadap kegiatan tersebut, menyambut positif upaya mahasiswa KKN dalam menghidupkan kembali Bank Sampah.

Menurut dia, pembangunan kembali fasilitas Bank Sampah merupakan langkah baik untuk mendukung pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Dengan adanya bantuan dari teman-teman KKN dan kerja sama dengan warga, Bank Sampah ini bisa kembali dibangun dan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik. Semoga setelah KKN selesai, Bank Sampah ini tetap berjalan dan masyarakat terus berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Naufa.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN yang tidak hanya menjalankan kegiatan sesuai program kerja, tetapi turut membantu kebutuhan masyarakat secara langsung.

Bagi masyarakat, keberadaan kembali fasilitas Bank Sampah diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengelola sampah sejak dari lingkungan tempat tinggal. Sampah yang sebelumnya berpotensi tercampur dapat dipilah dan dikelola sehingga memiliki nilai manfaat maupun nilai ekonomi.

Program reaktivasi ini juga diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa KKN menyelesaikan pengabdian di Desa Kapuhan. Keberlanjutan kegiatan sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam mengelola fasilitas dan menjalankan aktivitas Bank Sampah secara rutin.

Kelompok 4 KKN Desa Kapuhan berharap fasilitas yang telah dibangun bersama masyarakat dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Bank Sampah di Dusun Wonogiri Lor diharapkan kembali aktif dan menjadi bagian dari upaya masyarakat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN IAIAN Purworejo tidak hanya meninggalkan hasil berupa bangunan fisik, tetapi juga mendorong kembali semangat masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.