KALIGESING, purworejo24.com– Belajar tentang keterampilan dan kewirausahaan tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Hal itu dibuktikan siswa SD Negeri Kaligesing yang mengikuti kegiatan outing class di UMKM Wingko Indriyati, Dusun Krajan, Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Jumat (4/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya diajak mengenal proses pembuatan wingko, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik. Dengan penuh antusias, mereka mengikuti setiap tahapan pembuatan kue tradisional tersebut di bawah pendampingan pemilik UMKM, Indriyati.
Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai proses produksi makanan, kreativitas, keterampilan, hingga bagaimana sebuah usaha dijalankan di lingkungan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Korwilcambidik Kecamatan Kaligesing Mustiko Aji, Pengawas TK/SD Sandi Haryadi, Kepala SD Negeri Kaligesing Supriyono, S.Pd., M.M.Pd., serta wali kelas Teguh Suyono. Para siswa juga mendapatkan pendampingan langsung dari Indriyati selaku pemilik UMKM Wingko Indriyati.
Korwilcambidik Kecamatan Kaligesing Mustiko Aji mengapresiasi pelaksanaan outing class tersebut. Menurutnya, pembelajaran yang dilakukan secara langsung di lingkungan masyarakat mampu memberikan pengalaman nyata yang tidak selalu diperoleh siswa di dalam kelas.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Kaligesing Supriyono menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
“Terima kasih atas sambutan, pendampingan, dan dukungan semua pihak. Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan. Semoga pengalaman membuat wingko hari ini menjadi pembelajaran yang berkesan dan dapat menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta jiwa kewirausahaan pada diri siswa,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung gayeng dan penuh semangat. Para siswa tampak menikmati proses belajar sambil praktik, sekaligus mengenal lebih dekat potensi usaha yang tumbuh di tengah masyarakat.
Kegiatan outing class di UMKM Wingko Indriyati menjadi contoh pembelajaran kontekstual, yakni menghubungkan materi dan nilai-nilai pembelajaran di sekolah dengan pengalaman nyata di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan semacam ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar menghargai keterampilan, mengenal potensi ekonomi lokal, serta memahami bahwa kreativitas dan kemandirian dapat tumbuh dari hal-hal sederhana di sekitar mereka.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









