Pendidikan

Karnaval Kemerdekaan Jadi Puncak Kokurikuler, 150 Siswa SMPN 29 Purworejo Tampilkan Kreasi Seni

8
×

Karnaval Kemerdekaan Jadi Puncak Kokurikuler, 150 Siswa SMPN 29 Purworejo Tampilkan Kreasi Seni

Sebarkan artikel ini
Kepala SMP Negeri 29 Purworejo, foto bersama para maskot dalam karnaval di Dess Banyuasin Kembaran
Kepala SMP Negeri 29 Purworejo, foto bersama para maskot dalam karnaval di Dess Banyuasin Kembaran

PURWOREJO, purworejo24.com — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mewarnai karnaval yang digelar Pemerintah Desa Banyuasin Kembaran, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Rabu (19/8/2026).

Karnaval tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah sekitar 150 siswa SMP Negeri 29 Purworejo yang tampil membawa beragam kreasi seni, tari, drumband, hingga busana dan maskot hasil karya mereka sendiri.

Bagi SMP Negeri 29 Purworejo, keikutsertaan dalam karnaval bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan. Momentum tersebut menjadi puncak kegiatan kokurikuler bertema Semarak Kemerdekaan yang dirancang untuk mengembangkan karakter, kreativitas, kemampuan komunikasi, serta kerja sama antarsiswa.

Kepala SMP Negeri 29 Purworejo, Tutwuri Handayani, S.Si., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikolaborasikan dengan agenda karnaval tahunan Desa Banyuasin Kembaran agar siswa dapat mengimplementasikan hasil pembelajaran dalam kegiatan nyata di tengah masyarakat.

Ini merupakan puncak dari kegiatan kokurikuler Semarak Kemerdekaan. Di dalam kegiatan ini kami membangun karakter kolaborasi atau kerja sama dan kreativitas. Kokurikuler ini juga merupakan proyek lintas mata pelajaran, yaitu Prakarya, Seni, dan IPS,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh karya yang ditampilkan merupakan hasil kreativitas siswa. Mereka mendapatkan tugas secara mandiri maupun berkelompok melalui proyek yang dikerjakan selama kegiatan kokurikuler.

Pembagian proyek disesuaikan dengan jenjang kelas. Siswa kelas VII membuat busana kreasi berbahan plastik, kelas VIII membuat busana dari karung goni, sedangkan siswa kelas IX membuat maskot untuk ditampilkan dalam karnaval.

Selain proyek kelompok, siswa juga mendapatkan tugas mandiri, salah satunya membuat gagar mayang. Seluruh proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang dinilai, terutama dalam aspek kreativitas dan kemampuan siswa berkolaborasi menyelesaikan proyek.

Di sini ada asesmennya, bagaimana anak bisa berkreasi dan bagaimana anak bisa berkolaborasi untuk menyelesaikan proyek yang ditugaskan dalam kegiatan kokurikuler. Puncaknya adalah penampilan pada karnaval di Desa Banyuasin Kembaran,” jelas Tutwuri.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membentuk karakter siswa sesuai dengan dimensi profil pelajar Indonesia. Proses pengerjaan proyek mendorong siswa untuk belajar membagi tugas, berkomunikasi, memecahkan masalah, serta bertanggung jawab terhadap hasil karya bersama.

Antusiasme siswa pun terlihat selama proses persiapan. Bahkan, kata Tutwuri, tidak sedikit siswa yang masih berada di sekolah setelah jam pelajaran selesai karena harus menyelesaikan proyek yang telah diberikan.

Anak-anak sangat semangat. Kadang jam pelajaran sudah selesai, mereka belum pulang karena harus menyelesaikan tugas-tugas proyek dalam kegiatan kokurikuler. Yang drumband dan yang berlatih menari juga sangat semangat,” katanya.

Tidak hanya menjadi ruang bagi siswa untuk berkreasi, keikutsertaan dalam karnaval juga menjadi bentuk keterlibatan sekolah dalam kehidupan sosial masyarakat. Siswa belajar bahwa nilai-nilai kemerdekaan dapat diwujudkan melalui semangat kebersamaan, kreativitas, dan kontribusi positif di lingkungan sekitar.

Kepala SMP Negeri 29 Purworejo, Tutwuri Handayani, S.Si., M.Pd.
Kepala SMP Negeri 29 Purworejo, Tutwuri Handayani, S.Si., M.Pd.

Tutwuri berharap kegiatan tersebut dapat semakin memperkenalkan SMP Negeri 29 Purworejo kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.

Harapannya, pertama kami bisa menunjukkan eksistensi SMP Negeri 29 Purworejo di masyarakat sekitar, sehingga animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMP Negeri 29 Purworejo meningkat,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia berharap pembelajaran berbasis proyek seperti ini dapat terus dikembangkan karena memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata kepada siswa.

Dengan kegiatan seperti ini yang berbasis proyek, karakter anak-anak bisa dikembangkan, terutama terkait kolaborasi, komunikasi, kreativitas, nalar kritis, dan sebagainya,” imbuhnya.

Kemeriahan karnaval akhirnya menjadi ruang bagi para siswa untuk menunjukkan bahwa pembelajaran tidak selalu berlangsung di dalam kelas. Melalui karya, seni, dan kolaborasi, mereka belajar menghidupkan semangat kemerdekaan sekaligus membangun karakter untuk menjadi generasi yang kreatif dan mampu bekerja bersama.

Yang ikut karnaval ini sekitar 150 siswa. Kami berangkatkan untuk mengikuti karnaval dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Indonesia berdaulat, adil, dan makmur,” pungkas Tutwuri. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.