Pendidikan

KKN Undip Gandeng Ahli Gizi Edukasi Warga Jambanan, Cegah Stunting Dimulai dari Piring Keluarga

4
×

KKN Undip Gandeng Ahli Gizi Edukasi Warga Jambanan, Cegah Stunting Dimulai dari Piring Keluarga

Sebarkan artikel ini
Foto bersama
Foto bersama

SRAGEN, purworejo24.com – Upaya pencegahan stunting membutuhkan pemahaman yang tepat mengenai kebutuhan gizi anak sejak dini. Karena itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar edukasi gizi dan perencanaan anggaran keluarga di Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.

Kegiatan melalui program multidisiplin Edukasi Gizi Anak dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Jambanan tersebut berlangsung di Aula Balai Desa Jambanan, 3 Agustus 2026, dan diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri atas kader PKK, kader posyandu, serta masyarakat umum.

Dalam kegiatan tersebut, Novia Suci Januar, A.Md.Gz., selaku narasumber ahli gizi di Desa Jambanan, memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak sebagai bagian dari upaya mencegah gizi buruk dan stunting.

Edukasi juga membahas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta berbagai hal yang perlu diperhatikan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Materi disampaikan dengan dukungan leaflet dan poster agar informasi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain aspek kesehatan, mahasiswa KKN Undip juga mengangkat sisi lain yang tidak kalah penting, yakni kemampuan keluarga dalam mengatur keuangan rumah tangga.

Mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan memberikan edukasi secara individu mengenai penyusunan anggaran rumah tangga, penentuan skala prioritas, serta pengalokasian dana untuk kebutuhan pangan bergizi sesuai kemampuan ekonomi keluarga.

Pendekatan tersebut menekankan bahwa pemenuhan gizi anak tidak selalu harus membutuhkan biaya besar. Dengan perencanaan anggaran yang baik, keluarga dapat menentukan prioritas kebutuhan dan memilih bahan makanan bergizi yang sesuai dengan kondisi keuangan.

Kolaborasi antara ahli gizi dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu tersebut memberikan pemahaman bahwa pencegahan stunting tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan pola pengasuhan, pemenuhan pangan, pengetahuan keluarga, dan kemampuan mengelola sumber daya.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Jambanan diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi anak sekaligus mampu merencanakan pengeluaran keluarga secara bijak.

Program tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui edukasi pemenuhan kebutuhan gizi dan PMT, serta SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan gizi buruk dan stunting.

Dengan pengetahuan yang tepat dan perencanaan keluarga yang lebih baik, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat dimulai dari lingkungan paling dekat dengan anak, yakni keluarga, dan dilakukan secara konsisten serta berkelanjutan.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.