MAGELANG, Purworejo24.com — Harga tomat yang anjlok hingga sekitar Rp500 per kilogram membuat sebagian petani di Desa Kapuhan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, memilih tidak memanen hasil pertaniannya.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN IAI An-Nawawi Purworejo bersama KKN UIN Walisongo menggelar sosialisasi sertifikasi halal sekaligus demonstrasi pembuatan saos tomat sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Balai Desa Kapuhan, Sabtu (22/8/2026), dan diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM kecil serta ibu-ibu kader PKK. Kegiatan dimulai pukul 15.00 WIB dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan pembukaan oleh ketua kelompok KKN.
Sesi pertama diisi sosialisasi sertifikasi halal oleh Defi Widayanti, S.E., pendamping sertifikasi halal di An-Nawawi Halal Center. Dalam pemaparannya, Defi menjelaskan pengertian sertifikasi halal, manfaat bagi pelaku usaha, hingga alur pengajuan sertifikasi halal.
Defi menekankan bahwa sertifikasi halal tidak hanya diperuntukkan bagi pelaku UMKM Muslim. Menurut dia, sertifikasi halal juga menjadi bentuk legalitas produk sekaligus salah satu cara membangun kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.
“Memilih pendamping sertifikasi halal harus yang amanah,” kata Defi dalam kegiatan tersebut.
Menurut dia, keberadaan sertifikasi halal semakin penting bagi pelaku usaha karena konsumen kini semakin memperhatikan jaminan produk yang mereka konsumsi. Sertifikasi halal juga dinilai dapat menjadi penjamin mutu sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM.
Hal tersebut menjadi semakin relevan menjelang kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026. Karena itu, pelaku UMKM didorong mulai mempersiapkan legalitas produknya sejak dini agar tidak kesulitan ketika ketentuan tersebut mulai diberlakukan.
“Ke depan sertifikasi halal wajib bagi pelaku usaha, untuk itu diharapkan semua UMKM sudah memiliki Sertifikasi halal sebelum Oktober 2026,” katanya.
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan saos tomat yang dipandu mahasiswa KKN UIN Walisongo. Inovasi tersebut berangkat dari kondisi pertanian di Desa Kapuhan yang menghadapi persoalan rendahnya harga tomat.
Harga tomat yang dapat mencapai sekitar Rp500 per kilogram dinilai tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani. Akibatnya, sejumlah petani memilih tidak memanen tomat karena biaya pemanenan dan pengangkutan justru berpotensi lebih besar dibandingkan pendapatan yang diperoleh.
Salah satu peserta KKN, Zahra Azizah mengatakan, melalui pengolahan menjadi saos, tomat diharapkan tidak hanya dijual sebagai komoditas segar dengan harga rendah, tetapi dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Inovasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha rumahan berbasis potensi lokal,” kata Zahra.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Pelaku UMKM dan kader PKK tidak hanya mengikuti materi mengenai sertifikasi halal, tetapi juga menyimak tahapan pembuatan saos tomat yang dapat dikembangkan sebagai produk usaha.
“Kami berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal terciptanya UMKM di Desa Kapuhan yang lebih berdaya saing, memiliki legalitas, dan menerapkan prinsip halal dalam menjalankan usahanya,” kata Zahra
Sementara itu, demonstrasi pengolahan tomat diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. Dalam jangka panjang, pemanfaatan hasil pertanian lokal tersebut juga diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan rumah tangga.
Kegiatan kolaborasi KKN IAI An-Nawawi Purworejo dan UIN Walisongo ini menjadi salah satu upaya menghubungkan potensi pertanian dengan pengembangan UMKM.
“Dengan menggabungkan pengetahuan tentang legalitas produk dan inovasi pengolahan pangan, masyarakat diharapkan mampu melihat komoditas lokal bukan sekadar hasil panen, tetapi juga sebagai bahan baku yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi,” katanya. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









