WONOSOBO, purworejo24.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purworejo, H. Ir. Suranto, S.T., S.Sos., M.P.A, melepas sekaligus mengikuti prosesi timbang terima Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah Jawa Tengah Tahun 2026 dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Purworejo kepada Kwarcab Wonosobo di Lapangan Teges Wetan, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (5/9/2026) sore.
Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian perjalanan ETK Kwarda Jawa Tengah yang berlangsung selama 11 hari, 30 Agustus hingga 9 September 2026, dengan mengambil start dari 14 titik Kwarcab kabupaten/kota dan selanjutnya menuju Kabupaten Banyumas sebagai pusat peringatan 65 Tahun Gerakan Pramuka tingkat Jawa Tengah.
Bagi Sekda Purworejo, kegiatan ETK memiliki makna lebih dari sekadar estafet simbol organisasi. Tradisi khas Kwarda Jawa Tengah tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kepramukaan sekaligus memperkenalkan kontribusi Pramuka kepada masyarakat.
“Estafet Tunas Kelapa ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya kita memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan membentuk generasi muda yang berkepribadian, berwatak serta berbudi pekerti luhur,” demikian pesan yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
ETK 2026 mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”, dengan motto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.”
Dari wilayah Purworejo, perjalanan ETK dimulai dari depan Pendopo Wakil Bupati Purworejo di Kutoarjo. Estafet kemudian melintasi sejumlah wilayah, antara lain Gunung Tugel, Desa Wirun, Desa Kedunglo hingga menuju wilayah Bruno sebelum diteruskan ke Wonosobo.
Setiap etape melibatkan pasukan inti sebanyak 61 anggota Pramuka, terdiri atas Pramuka putra dan/atau putri. Dalam pelaksanaannya, kegiatan juga didukung pembina Pramuka, pemerintah daerah, instansi terkait, organisasi masyarakat serta masyarakat di sepanjang rute.
Sementara itu, Juri Estafet Tunas Kelapa, Ricky Haryanto, S.Kom, mengatakan secara prinsip ETK tetap mempertahankan pakem yang telah berjalan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, terdapat sejumlah penyesuaian teknis untuk pelaksanaan tahun ini.
“Untuk Estafet Tunas Kelapa secara pakem masih sama seperti yang lalu-lalu. Ada beberapa penyesuaian teknis kecil yang tidak mengubah esensi kegiatan ETK,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu tujuan utama ETK adalah semakin mendekatkan Gerakan Pramuka dengan masyarakat. Karena itu, ia berharap perjalanan ETK di wilayah Purworejo dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peran dan kontribusi Pramuka.
“Harapannya masyarakat di Purworejo lebih mengenal Pramuka, lebih memahami apa yang bisa dilakukan Pramuka dan apa yang bisa dikontribusikan Pramuka,” katanya.
ETK Kwarda Jawa Tengah 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi simbol perjalanan sebuah tunas kelapa dari satu daerah ke daerah lain.
Lebih jauh, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat semangat pengabdian, membangun karakter generasi muda, sekaligus menegaskan keberadaan Pramuka sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat.
Rangkaian ETK selanjutnya dijadwalkan berakhir di Kabupaten Banyumas dan menjadi bagian dari peringatan 65 Tahun Gerakan Pramuka tingkat Jawa Tengah. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









