KUTOARJO, purworejo24.com — Semangat membangun karakter generasi muda mewarnai pelaksanaan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah Jawa Tengah Tahun 2026 di Kabupaten Purworejo, Sabtu (5/9/2026).
Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian ETK Jawa Tengah yang berlangsung selama 11 hari, 30 Agustus hingga 9 September 2026.
Di Purworejo, kegiatan diawali dari depan Rumah Dinas Wakil Bupati Purworejo di Kutoarjo. Para peserta kemudian menempuh perjalanan sekitar 17 kilometer melalui sejumlah wilayah hingga akhirnya dilakukan serah terima estafet dengan Kwarcab Wonosobo di Lapangan Teges Wetan, Wonosobo.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Purworejo masa bakti 2023–2028, Wasit Diono, S.Sos, mengatakan ETK bukan sekadar kegiatan berjalan membawa tunas kelapa, tetapi memiliki filosofi kuat tentang keberlanjutan generasi.
“Estafet ini mempunyai nilai penting untuk membentuk kepribadian, kedisiplinan, rasa tanggung jawab dan kegotongroyongan,” kata Wasit.
Menurutnya, proses estafet menggambarkan kesinambungan perjuangan dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Apa yang dibangun generasi saat ini diharapkan dapat diteruskan dan dikembangkan oleh generasi muda berikutnya.
ETK juga dinilai menjadi sarana untuk mengenalkan keberadaan Gerakan Pramuka kepada masyarakat. Sepanjang rute perjalanan, para anggota Pramuka berinteraksi dengan lingkungan sekaligus menunjukkan bahwa Pramuka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
“Harapannya, kemajuan bangsa yang semakin pesat tidak mengikis nilai-nilai luhur budaya kita. Karena itu, generasi muda perlu dibekali sejak awal dengan karakter dan ideologi yang kuat,” ujarnya.
Mewakili Bupati Purworejo, Asisten Administrasi dan Umum Setda Kabupaten Purworejo, Budi Wibowo, S.Sos., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan ETK tersebut.
Menurutnya, kegiatan Pramuka memiliki peran strategis dalam menumbuhkan nasionalisme, kebersamaan, empati serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Ini merupakan bagian dari jati diri Pramuka, bagaimana Pramuka bisa berbaur dengan masyarakat di sekitarnya,” kata Budi.
Ia menambahkan, konsep estafet juga memberikan pembelajaran nyata kepada generasi muda bahwa untuk mencapai sebuah tujuan dibutuhkan proses, perjuangan dan kerja keras.
Para peserta tidak langsung mencapai tujuan, tetapi harus melewati sejumlah etape. Hal tersebut dinilai menjadi gambaran bahwa keberhasilan dalam kehidupan juga membutuhkan ketekunan dan tanggung jawab.
“Untuk mencapai sesuatu, harus melalui usaha yang keras dan nyata. Anak-anak kita belajar dari etape satu, dua, tiga dan seterusnya hingga mencapai tujuan,” jelasnya.
Pelaksanaan ETK di wilayah Purworejo dibagi dalam sejumlah etape. Etape pertama dimulai dari depan Rumah Dinas Wakil Bupati Purworejo di Kutoarjo, melewati Gunung Tugel menuju Balai Desa Wirun untuk serah terima dengan Kwarran Kemiri.
Etape berikutnya dilanjutkan dari Balai Desa Wirun menuju Pom Bensin Mini Desa Kedunglo. Selanjutnya perjalanan diteruskan menuju wilayah Bruno sebelum peserta beristirahat di Rest Area Kotak Ombo untuk ibadah dan makan siang.
Sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan kembali diberangkatkan menuju Lapangan Teges Wetan, Wonosobo, sebagai lokasi serah terima antara Kwarcab Purworejo dan Kwarcab Wonosobo.
Setiap etape melibatkan pasukan inti sebanyak 61 anggota Pramuka, yang terdiri atas Pramuka putra dan/atau putri, dengan dukungan peserta penggembira di belakang barisan inti.
Budi menegaskan, dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan kepramukaan merupakan bentuk perhatian terhadap pembinaan generasi muda. Pelaksanaan ETK 2026 di Purworejo juga didukung melalui Dana Hibah Pemerintah Kabupaten Purworejo Tahun 2026.
“Harapannya, Pramuka Purworejo semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat, terutama dalam membentuk generasi muda yang tangguh, mau berusaha keras dan mampu mencapai tujuan yang lebih baik,” tandasnya.
Melalui ETK 2026, semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” kembali diteguhkan sebagai nilai yang tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan melalui kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab dan pengabdian kepada masyarakat. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









