Seni Budaya

Tradisi Sejak 1992, Kirab Santri Khotmil Qur’an Ponpes Al-Faham Disambut Antusias Warga

21
×

Tradisi Sejak 1992, Kirab Santri Khotmil Qur’an Ponpes Al-Faham Disambut Antusias Warga

Sebarkan artikel ini
Salah satu atraksi arak arakan khataman Ponpes Al Faham Baledono
Salah satu atraksi arak arakan khataman Ponpes Al Faham Baledono

PURWOREJO, purworejo24.com – Penghormatan terhadap para penghafal dan pembaca Al-Qur’an kembali ditunjukkan Pondok Pesantren Al-Faham Baridono, Purworejo, melalui Kirab Santri Khotmil Qur’an yang digelar meriah pada Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah itu tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga sarana menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.

Kirab yang melibatkan 21 santri peserta Khatmil Qur’an 30 juz tersebut berlangsung semarak dengan dukungan 16 ekor kuda, lima bendi atau dokar, serta tiga kelompok marching band dari MTsN 1 Purworejo, SMK Barasa, dan SDN 2 Baridono.

Ribuan warga tampak antusias menyaksikan arak-arakan yang melintasi sejumlah ruas jalan di wilayah Baridono dan sekitarnya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Purworejo sekaligus pengasuh Ponpes Al-Faham, H. Muhammad Haekal, S.Pd.I., menjelaskan bahwa kegiatan Khatmil Qur’an dan Akhirusanah merupakan tradisi tahunan yang telah berlangsung sejak tahun 1992.

Kirab ini bukan sekadar perayaan, tetapi bagian dari syiar Islam dan bentuk penghormatan kepada anak-anak yang telah menyelesaikan pembacaan Al-Qur’an. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka yang belajar dan mencintai Al-Qur’an memiliki kedudukan yang mulia,” ujarnya.

Menurut Haekal, pelaksanaan tahun ini menjadi momen istimewa karena mencatat jumlah peserta Khatmil Qur’an terbanyak sepanjang sejarah Ponpes Al-Faham, yakni sebanyak 21 santri yang berhasil menyelesaikan bacaan Al-Qur’an 30 juz secara binnadzar.

Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat (3/7/2026) dengan ziarah kubur bersama ke Makbarah Al-Muslimun Candi, Baridono.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus pengingat akan pentingnya meneladani nilai-nilai keislaman yang diwariskan para ulama.

Sementara itu, kirab santri dimulai pukul 14.00 WIB dari kediaman Pengasuh Ponpes Al-Faham, Hj. Siti Maimunah Khoiril Adlan, di Baridono Krajan.

Rombongan kemudian bergerak menuju Pasar Baridono, Buh Peceng, Hotel Intan, Plaza, hingga Jalan Pemotongan Hewan, sebelum kembali ke pondok sekitar pukul 16.00 WIB dengan menempuh jarak sekitar empat hingga lima kilometer.

Sepanjang perjalanan, masyarakat tampak memenuhi sisi jalan untuk menyaksikan iring-iringan para santri yang mengenakan busana muslim dan menaiki kuda maupun bendi.

Kehadiran marching band semakin menambah semarak suasana, menjadikan kirab sebagai tontonan edukatif yang sarat nilai keagamaan.

Haekal mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan masyarakat yang terus menjaga tradisi tersebut selama puluhan tahun.

Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias karena kegiatan ini sudah menjadi tradisi yang dinanti-nanti. Harapannya, kecintaan kepada Al-Qur’an yang ditanamkan sejak usia dini dapat terus membekas dalam diri para santri hingga dewasa nanti,” katanya.

Ia juga berharap momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi sarana introspeksi dan semangat baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas keimanan serta akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ini, Ponpes Al-Faham membina sekitar 80 santri TPQ dan 50 santri pondok pesantren putra maupun putri. Keberadaan lembaga tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an.

Rangkaian kegiatan Khatmil Qur’an dan Akhirusanah masih akan berlanjut pada Ahad (5/7/2026) pagi melalui Pentas Santri yang menampilkan berbagai kemampuan dan kreativitas peserta didik.

Adapun puncak acara akan digelar pada Ahad malam dengan prosesi Khatmil Qur’an dan Pengajian Umum di kompleks Ponpes Al-Faham Baridono.

Pengajian tersebut rencananya menghadirkan ulama terkemuka Jawa Tengah, KH. Ubaidillah Shodaqoh, Pengasuh Ponpes Al-Itqon Semarang sekaligus Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah.

Melalui kegiatan ini, Ponpes Al-Faham tidak hanya merayakan keberhasilan para santri menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an, tetapi juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Di tengah tantangan perkembangan zaman, tradisi kirab santri menjadi pengingat bahwa pendidikan agama dan kecintaan terhadap kitab suci tetap menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang berkarakter dan berakhlakul karimah. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.