Politik

Relawan Yuli-Dion Gelar Silaturahmi, Soroti Apresiasi Program Pemerintah hingga Rumor yang Beredar di Masyarakat

26
×

Relawan Yuli-Dion Gelar Silaturahmi, Soroti Apresiasi Program Pemerintah hingga Rumor yang Beredar di Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Saat relawan Yuli-Dion menggelar silaturahmi bersama
Saat relawan Yuli-Dion menggelar silaturahmi bersama

PURWOREJO, purworejo24.com – Sejumlah koordinator relawan pendukung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti–Dion Agasi Setiabudi, menggelar pertemuan silaturahmi di sebuah kafe di Kota Purworejo, Selasa (28/7/2026) malam.

Pertemuan tersebut menjadi ajang temu kangen setelah sekitar satu setengah tahun sejak Pilkada 2024 berakhir dan pasangan Yuli-Dion resmi memimpin Kabupaten Purworejo.

Sejumlah relawan yang hadir di antaranya Daryanto (Koordinator Lion), Agus Jabir (RPK), Fauzy Ozreng (Semut Ijo), Kid Hamzah, Ardian, Eko, serta sejumlah relawan lainnya. Turut hadir pula Abdullah, mantan juru bicara pasangan Yuli-Dion pada Pilkada 2024.

Kepada awak media, Abdullah menjelaskan bahwa pertemuan tersebut murni merupakan ajang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai perkembangan Kabupaten Purworejo selama masa pemerintahan Yuli-Dion.

Sudah hampir satu setengah tahun kami tidak pernah berkumpul bersama. Teman-teman mengundang saya untuk bersilaturahmi sekaligus meminta penjelasan mengenai alasan saya mengundurkan diri dari Dewan Pendidikan Kabupaten Purworejo,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Dalam diskusi tersebut, kata Abdullah, para relawan juga bertukar pandangan mengenai berbagai kebijakan pemerintah daerah. Menurutnya, sejumlah program mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat, terutama layanan kesehatan gratis dan program perjalanan ibadah gratis bagi pelaku keagamaan.

Teman-teman menilai dua program tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan mendapat respons yang baik,” katanya.

Selain menyampaikan apresiasi, Abdullah mengungkapkan bahwa dalam forum juga muncul pembahasan mengenai rumor yang berkembang di tengah masyarakat terkait adanya pihak di luar struktur pemerintahan yang disebut-sebut memiliki pengaruh besar terhadap jalannya pemerintahan Kabupaten Purworejo.

Ia menegaskan bahwa hal tersebut masih sebatas rumor yang beredar di masyarakat dan menjadi perhatian para relawan.

Kalau rumor itu benar, tentu sangat disayangkan dan perlu segera dievaluasi. Teman-teman tidak ingin Kabupaten Purworejo mengalami persoalan hukum seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain,” ujarnya.

Menurut Abdullah, para relawan memiliki tanggung jawab moral karena pernah berjuang memenangkan pasangan Yuli-Dion pada Pilkada 2024. Oleh sebab itu, mereka berharap pemerintahan tetap berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai aturan.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini para relawan belum pernah menyampaikan persoalan tersebut secara langsung kepada Bupati maupun Wakil Bupati. Untuk sementara, aspirasi disampaikan melalui media sambil menunggu perkembangan lebih lanjut.

Kalau ke depan ada kesempatan bertemu langsung dengan kepala daerah, tentu teman-teman juga ingin menyampaikan masukan tersebut secara langsung,” katanya.

Sementara itu, Fauzy Ozreng dari Relawan Semut Ijo mengatakan dalam diskusi malam itu yang berlangsung terbuka dengan membahas capaian maupun tantangan pemerintahan selama satu setengah tahun terakhir.

Menurutnya, program kesehatan gratis serta umrah gratis bagi pelaku agama berprestasi merupakan kebijakan yang banyak diapresiasi masyarakat. Namun demikian, ia juga menyinggung adanya isu yang berkembang mengenai dugaan pengaruh pihak di luar sistem pemerintahan.

Kalau isu itu benar tentu tidak produktif bagi jalannya pemerintahan. Karena itu kami berharap pemerintah dapat memberikan klarifikasi sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Agus Jabir selaku Koordinator RPK. Ia berharap pemerintah daerah terus menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih serta tidak memberikan ruang bagi pihak mana pun di luar mekanisme pemerintahan untuk memengaruhi pengambilan kebijakan.

Kami ingin pemerintahan berjalan sesuai aturan, profesional, dan terhindar dari persoalan hukum. Relawan tentu berharap Purworejo tetap kondusif dan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Terkait alasan pengunduran dirinya dari Dewan Pendidikan Kabupaten Purworejo, Abdullah mengaku telah menjelaskan secara lengkap kepada para relawan dalam forum tersebut.

Namun, ia menyatakan belum bersedia mengungkapkan alasan tersebut kepada publik.

Saya sudah menjelaskan kepada teman-teman relawan, baik alasan normatif maupun alasan prinsip. Namun untuk saat ini belum dapat saya sampaikan ke publik,” ujarnya. (P24/wid)

 

Catatan Redaksi: Pernyataan mengenai dugaan adanya pihak di luar sistem pemerintahan yang memiliki pengaruh terhadap jalannya Pemerintah Kabupaten Purworejo merupakan pernyataan narasumber dalam forum tersebut dan belum dapat diverifikasi kebenarannya. Hingga berita ini disusun, belum terdapat tanggapan resmi dari Bupati Purworejo, Wakil Bupati Purworejo, maupun Pemerintah Kabupaten Purworejo terkait pernyataan tersebut.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.