PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Apel Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Jalan Proklamasi, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, S.Sos., mengatakan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2026 di Kabupaten Purworejo berlangsung secara bertahap sejak akhir April hingga awal Juni, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus. Durasi musim kemarau diperkirakan mencapai 4,5 hingga 6 bulan.
“Musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dan lebih kering dibanding kondisi normal akibat pengaruh fenomena iklim, termasuk potensi El Nino. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan, sehingga diperlukan kesiapsiagaan sejak dini,” ujar Wasit.
Apel siaga tersebut terselenggara atas dukungan PT Tunas Inti Abadi–PT Borneo Indobara melalui pelaksana PT Hutan Rindang Banua sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Revegetasi Perbukitan Menoreh.
Menurut Wasit, kegiatan ini bertujuan meningkatkan koordinasi antarinstansi, memastikan kesiapan personel dan peralatan, memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, membangun komitmen bersama, sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Apel siaga diikuti unsur Forkopimda, Asisten I dan II Setda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII Jawa Tengah, Administratur Perum Perhutani KPH Kedu Selatan, Forkopimcam dari sejumlah kecamatan rawan karhutla, Direktur PDAM Tirta Perwitasari, Ketua PMI, Ketua Baznas, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga Masyarakat Mitra Polhut (MMP).
Dalam rangkaian kegiatan juga dilakukan penyerahan banner imbauan pencegahan karhutla kepada delapan kecamatan yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan, penyerahan Surat Keputusan kepada MPA Jogo Alas, serta penyerahan bantuan peralatan penanganan karhutla secara simbolis dari PT Borneo Indobara kepada MPA Jogo Alas.
BPBD berharap kegiatan ini mampu memperkuat koordinasi lintas sektor, memverifikasi kesiapan personel dan peralatan, serta meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana.
Lebih jauh, upaya tersebut diharapkan mampu menekan risiko dan dampak kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Purworejo, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan maupun lahan kering, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secara cepat sebelum kebakaran meluas. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









