PURWOREJO, purworejo24.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo terus memperkuat penanganan dampak kekeringan dengan mendistribusikan air bersih secara bertahap kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Purworejo, Muhammad Yuniarto, S.P., M.A.P., mengatakan hingga 12 Agustus 2026, BPBD telah menyalurkan sebanyak 370.000 liter air bersih.
Air tersebut didistribusikan menggunakan 74 tangki ke 10 desa yang tersebar di enam kecamatan, dengan total 680 kepala keluarga atau 2.146 jiwa terdampak.
Berdasarkan data BPBD, distribusi air bersih terbesar dilakukan di Kecamatan Bagelen, yakni 49 tangki dengan total 245.000 liter untuk memenuhi kebutuhan 222 KK atau 727 jiwa.
Selanjutnya, Kecamatan Purworejo menerima 10 tangki atau 50.000 liter untuk 160 KK atau 455 jiwa. Kecamatan Loano mendapat enam tangki atau 30.000 liter untuk 30 KK atau 120 jiwa.
Kemudian Kecamatan Purwodadi menerima empat tangki atau 20.000 liter untuk 125 KK atau 400 jiwa. Kecamatan Gebang mendapat tiga tangki atau 15.000 liter untuk 30 KK atau 105 jiwa, sedangkan Kecamatan Ngombol menerima dua tangki atau 10.000 liter untuk 113 KK atau 339 jiwa.
Sejumlah wilayah yang telah menerima bantuan antara lain Desa Somorejo, Tlogokotes dan Bapangsari di Bagelen; Desa Karangsari di Purwodadi; wilayah Kalitanjung dan Klandaran di Ngombol; Desa Sudimoro dan Sidomulyo di Purworejo; Dusun Tanuprayan di Loano; serta wilayah Gebang.
Menurut Yuniarto, kebutuhan distribusi air bersih masih berpotensi bertambah seiring adanya pengajuan dari desa-desa yang terdampak kekeringan. Terbaru, permintaan droping air datang dari Desa Kaligintung, Kecamatan Pituruh, dan Desa Donorati, Kecamatan Purworejo.
“Stok air bersih masih aman, namun kami tetap melihat perkembangan situasi ke depan,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).
BPBD Purworejo saat ini masih memiliki persediaan air bersih sekitar 1.326 tangki untuk mendukung penanganan kebutuhan masyarakat selama kondisi kekeringan berlangsung.
Meski demikian, penyaluran air bersih masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan armada dan personel BPBD. Selain itu, belum seluruh desa yang mengajukan bantuan memiliki tempat penampungan air yang memadai.
BPBD berharap distribusi air bersih tersebut dapat menjadi salah satu upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus membantu mengurangi beban warga yang terdampak kekeringan.
“Kami terus berkomitmen memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan melalui pendistribusian secara bertahap dan tepat sasaran,” jelasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









