Bencana Alam

Pemkab Purworejo Tetapkan Status Siaga Kekeringan dan Kebakaran Lahan, BPBD Siapkan 2 Juta Liter Air Bersih

39
×

Pemkab Purworejo Tetapkan Status Siaga Kekeringan dan Kebakaran Lahan, BPBD Siapkan 2 Juta Liter Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Foto bersama usai kegiatan
Foto bersama usai kegiatan

PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo menetapkan status siaga terhadap potensi bencana kekeringan dan kebakaran lahan pada musim kemarau tahun 2026. Sejumlah wilayah pegunungan di Kabupaten Purworejo masuk dalam kategori rawan terdampak dua bencana tersebut, seiring prediksi musim kemarau yang berlangsung lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai langkah antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi Siaga Bencana lintas sektor pada Kamis (16/7/2026) dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga berbagai instansi terkait.

Selain itu, Pemkab Purworejo juga dijadwalkan menggelar Apel Siaga Bencana pada 23 Juli 2026 mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, mengatakan bahwa berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Purworejo diperkirakan akan mengalami musim kemarau yang cukup panjang akibat pengaruh fenomena El Nino di Samudera Pasifik.

Bencana merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan Polres, Kodim, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa. Semua pihak memiliki peran penting dalam upaya pencegahan maupun penanganan bencana,” ujar Wasit.

Untuk menghadapi potensi kekeringan, BPBD telah menyiapkan cadangan air bersih hingga 2 juta liter yang siap didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih.

Menurut Wasit, Kecamatan Bagelen dan Bruno menjadi wilayah yang paling rawan mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini, meski beberapa wilayah lain juga memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi.

Untuk kekeringan, wilayah Kecamatan Bagelen dan Bruno menjadi yang paling rawan, disusul beberapa wilayah lainnya. Hingga hari ini sudah ada lima desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih,” jelasnya.

Selain kekeringan, ancaman kebakaran lahan juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kecamatan Bagelen bersama enam wilayah pegunungan lainnya masuk dalam kategori daerah rawan kebakaran lahan dan hutan saat musim kemarau.

BPBD mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif melakukan mitigasi, terutama dalam penyebarluasan informasi dan peningkatan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.

Terutama terkait informasi, kami berharap keterlibatan lintas sektor dapat membantu menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Ini membutuhkan peran bersama, termasuk masyarakat agar berhati-hati saat membakar sampah, terutama di area yang kering dan mudah terbakar,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, BPBD juga mendorong masyarakat di wilayah rawan untuk menyiapkan peralatan pemadam sederhana atau tradisional yang dapat digunakan untuk penanganan awal apabila terjadi kebakaran.

Menurut Wasit, keterlibatan masyarakat sangat menentukan keberhasilan penanggulangan bencana, khususnya untuk mencegah kebakaran meluas sebelum petugas tiba di lokasi.

Menghadapi potensi kebakaran maupun kekeringan, insyaallah Purworejo siap. Namun demikian, kita semua berharap apa yang kita khawatirkan tidak terjadi,” tegasnya.

Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang tahun ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan budaya mitigasi bencana. Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, dampak kekeringan maupun kebakaran lahan diharapkan dapat diminimalkan. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.