PURWOREJO, purworejo24.com – Madrasah Aliyah (MA) An-Nawawi Berjan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, menggelar kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Mata Muda) bagi murid baru tahun ajaran 2026/2027.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan madrasah, tetapi juga dirancang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan semangat berprestasi para peserta.
Sebanyak 353 murid baru mengikuti Mata Muda yang dilaksanakan pada Rabu, Kamis, dan Sabtu. Tahun ini menjadi kali pertama kegiatan orientasi menggunakan nama Mata Muda, menggantikan istilah sebelumnya, Matsama (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah), seiring adanya penyesuaian regulasi dari Kementerian Agama.
Ketua Panitia Mata Muda MA An-Nawawi Berjan, Mukhamad Taufiq Sofan, mengatakan, perubahan nama tersebut tidak mengubah esensi kegiatan. Fokus utama tetap memberikan bekal kepada murid baru agar mampu beradaptasi dengan lingkungan madrasah sekaligus memahami budaya yang berkembang di lingkungan pesantren.
“Tahun ini kami mengusung tema ‘Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Menumbuhkan Karakter, Kedisiplinan, dan Semangat Berprestasi’,” ujar Taufiq saat ditemui di sela kegiatan pada Kamis (16/7/2026)
Ia menjelaskan, Mata Muda dirancang sebagai proses pengenalan menyeluruh terhadap kehidupan di madrasah. Selain mengenalkan tata tertib dan lingkungan belajar, peserta juga dibekali nilai-nilai keislaman, budaya madrasah, hingga pembentukan karakter.
“Tujuannya agar murid baru dapat beradaptasi dengan lingkungan madrasah, menjadi generasi yang berakhlakul karimah, beriman, berilmu, menjunjung tinggi semangat belajar, disiplin, serta kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” katanya.
Pelaksanaan Mata Muda dibagi dalam tiga hari dengan materi yang berbeda.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang diwakili Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Lailatul Machsunah,S.HI., M.Pd., karena Kepala Madrasah masih menjalani masa pemulihan kesehatan.
Selanjutnya peserta memperoleh materi kemadrasahan yang disampaikan oleh para guru, dilanjutkan pengenalan nilai-nilai madrasah, sesi diskusi, serta berbagai kegiatan pembentukan karakter.
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti senam bersama, pelatihan peraturan baris-berbaris (PBB) yang dipandu personel Kodim, serta pembinaan dari jajaran kepolisian dengan materi bertajuk “Madrasahku Surgaku” yang menanamkan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan.
Sementara pada hari terakhir, peserta memperoleh materi mengenai budaya dan kebiasaan kehidupan di madrasah yang disampaikan para tenaga pendidik serta tim Klinik An-Nawawi.
“Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) bekerja sama dengan Pengurus Cabang IPNU/IPPNU sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai keorganisasian sebelum ditutup secara resmi.
Menurut Taufiq, materi yang diberikan pada tahun ini pada dasarnya masih mengacu pada pedoman yang sama seperti tahun sebelumnya. Namun, terdapat sejumlah penyempurnaan dalam metode penyampaian agar lebih relevan dengan kebutuhan murid baru.
“Inti materinya masih sama, hanya ada pengembangan dalam penyusunan materi sehingga lebih menarik dan mudah dipahami peserta,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan Mata Muda menjadi semakin penting karena tidak semua murid baru berasal dari sekolah berbasis pesantren. Oleh sebab itu, orientasi ini menjadi jembatan agar seluruh peserta mampu menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan yang diterapkan di MA An-Nawawi Berjan.
“Sebagian murid sebelumnya bukan berasal dari sekolah atau pondok berbasis pesantren. Melalui Mata Muda ini mereka kami bantu mengenal budaya belajar, kehidupan di lingkungan madrasah, sekaligus kehidupan di pondok pesantren karena MA An-Nawawi memang berbasis pesantren,” jelasnya.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Lailatul Machsunah, dalam sambutannya juga berpesan agar seluruh murid baru memanfaatkan masa orientasi tersebut dengan sebaik-baiknya.
Ia berharap setiap peserta mampu mengenal lingkungan sekolah secara utuh sekaligus menyerap seluruh materi yang diberikan sebagai bekal selama menempuh pendidikan di MA An-Nawawi.
“Kami berharap seluruh peserta benar-benar memanfaatkan Mata Muda ini untuk memahami lingkungan madrasah. Materi-materi yang diberikan akan menjadi bekal penting bagi mereka dalam menjalani proses belajar ke depan,” katanya.
Menariknya, peserta Mata Muda tahun ini tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah seperti Purworejo, Kebumen, dan Magelang. Taufiq mengungkapkan, terdapat pula murid yang berasal dari Sumatera, Kalimantan, bahkan Palestina. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









