Bencana Alam

Gelombang Laut Purworejo Berpotensi Capai 4 Meter, Nelayan Diminta Waspada

22
×

Gelombang Laut Purworejo Berpotensi Capai 4 Meter, Nelayan Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, S.Sos
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, S.Sos

PURWOREJO, purworejo24.com – Masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi gelombang tinggi di perairan Purworejo dalam tiga hari ke depan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, S.Sos., menyampaikan berdasarkan prakiraan cuaca dan gelombang laut dari Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, kondisi perairan di wilayah Pelabuhan Jetis, Purworejo, berlaku mulai Kamis (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) perlu diwaspadai.

Gelombang laut diprakirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter, terutama pada 13 dan 14 Agustus. Kondisi tersebut berpotensi disertai angin dengan kecepatan sekitar 7–15 knot, sementara hembusan maksimum dapat mencapai sekitar 22–23 knot.

Pada Sabtu (15/8/2026), tinggi gelombang diprakirakan mulai menurun menjadi sekitar 1,25–2,5 meter. Meski demikian, masyarakat tetap diminta berhati-hati karena kondisi cuaca dan laut dapat berubah sewaktu-waktu.

BPBD mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil maupun kapal berukuran kecil untuk mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang sebelum memutuskan melaut.

Dengan potensi gelombang yang dapat mencapai 4 meter, kewaspadaan sangat penting untuk mencegah kecelakaan dan menjaga keselamatan masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir maupun perairan Purworejo,” kata Wasit, Rabu (12/8/2026).

Masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai juga diminta tidak memaksakan diri mendekati laut ketika gelombang sedang tinggi. Jika terjadi perubahan cuaca secara cepat atau peningkatan gelombang, warga diminta segera menjauh dari kawasan pantai.

Sebelum beraktivitas di laut, nelayan juga diimbau memastikan kondisi kapal dan mesin dalam keadaan baik. Peralatan keselamatan serta sarana komunikasi harus dipastikan siap digunakan apabila terjadi kondisi darurat.

Selain itu, masyarakat diminta memantau informasi prakiraan cuaca dan gelombang melalui sumber resmi BMKG serta menghindari aktivitas melaut apabila kondisi dinilai membahayakan.

Potensi gelombang tinggi tersebut dipengaruhi oleh peningkatan kecepatan angin timuran atau Monsun Australia yang bertiup cukup kencang di atas Pulau Jawa. Kondisi tersebut turut dipengaruhi peningkatan kecepatan arus di perairan Samudra Hindia.

Kombinasi kondisi tersebut dapat meningkatkan dinamika laut dan memicu gelombang lebih tinggi di wilayah perairan selatan Jawa, termasuk perairan Purworejo.

BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca yang terlihat secara langsung. Informasi resmi mengenai prakiraan angin dan gelombang perlu menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan aktivitas di laut.

Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan memaksakan melaut ketika kondisi cuaca dan gelombang tidak memungkinkan. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.