PURWOREJO, purworejo24.com – Musyawarah Daerah (Musda) VIII Polosoro Kabupaten Purworejo yang digelar di Ganeca Convention Hall, Kamis (23/7/2026), berlangsung lancar, tertib, dan demokratis.
Dalam forum yang menjadi agenda empat tahunan organisasi para kepala desa tersebut, Andi Prasetiawan, Kepala Desa Trirejo, Kecamatan Loano, terpilih sebagai Ketua Umum Polosoro Kabupaten Purworejo periode 2026–2029.
Pemilihan berlangsung dengan mekanisme One Man, One Vote atau satu delegasi satu suara. Sistem ini menjadi warna baru dalam Musda VIII dan dinilai sebagai bentuk pendewasaan demokrasi di lingkungan organisasi Polosoro.
Dari total 181 suara yang masuk, Andi Prasetiawan memperoleh 137 suara, mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Juminatun, Kepala Desa Langenrejo, Kecamatan Butuh, yang meraih 33 suara, serta Hery Dwidoyo, Kepala Desa Sumbersari, Kecamatan Banyuurip, dengan 10 suara. Sementara itu, terdapat 1 suara tidak sah.
Dalam sambutan usai ditetapkan sebagai ketua umum terpilih, Andi mengajak seluruh anggota meninggalkan perbedaan pilihan selama proses pemilihan dan kembali memperkuat persatuan organisasi.
“Mulai sekarang tidak ada lagi kubu A, kubu B, maupun kubu C. Yang ada hanyalah satu keluarga besar Polosoro. Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu memperjuangkan kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Purworejo,” ujarnya.
Andi juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah menyukseskan Musda VIII, serta mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Polosoro periode 2023–2026, Suwarto, beserta seluruh jajaran pengurus atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam membesarkan organisasi.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi pemerintah desa ke depan semakin kompleks. Mulai dari perubahan regulasi, penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi desa, hingga transformasi digital membutuhkan organisasi yang solid dan adaptif.
Karena itu, ia berkomitmen membangun Polosoro menjadi organisasi yang terbuka, profesional, dan berintegritas. Selain memperkuat advokasi terhadap kepentingan desa, kepengurusan baru juga akan meningkatkan kapasitas anggota serta memperluas sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Saya menyadari membangun organisasi tidak mungkin dilakukan seorang diri. Saya membutuhkan dukungan, masukan, kritik yang membangun, serta kerja sama dari seluruh anggota agar Polosoro semakin kuat, semakin solid, dan semakin bermanfaat,” katanya.
Andi menegaskan bahwa visi, misi, serta program kerja kepengurusan baru akan dirumuskan secara bersama melalui Rapat Kerja (Raker) setelah struktur kepengurusan dan tim formatur terbentuk.
Sementara itu, Ketua Umum Polosoro demisioner Suwarto mengucapkan selamat kepada Andi Prasetiawan atas amanah yang diberikan peserta Musda.
Ia menjelaskan bahwa penerapan sistem One Man, One Vote dilakukan karena terdapat tiga kandidat yang maju dalam pemilihan, sesuai ketentuan AD/ART organisasi.
Menurut Suwarto, tahapan selanjutnya adalah pembentukan tim formatur untuk menyusun struktur kepengurusan, dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus dan penyusunan program kerja selama masa bakti empat tahun mendatang. Adapun jadwal pengukuhan masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari panitia.
Musda VIII Polosoro menjadi momentum penting bagi organisasi kepala desa di Kabupaten Purworejo untuk memperkuat demokrasi internal sekaligus mempererat solidaritas.
Dengan mengusung semangat “Polosoro Kuat, Purworejo Hebat, Desa Bersatu, Indonesia Maju,” kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan organisasi yang semakin berperan dalam mendorong kemajuan desa, meningkatkan kualitas pemerintahan desa, serta memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Purworejo. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









