PURWOREJO, purworejo24.com – Organisasi Persatuan Perangkat Desa dan Kepala Desa atau Polosoro Kabupaten Purworejo memasuki babak baru. Andhi Prasetyawan, Kepala Desa Trirejo, resmi dipercaya memimpin Polosoro Kabupaten Purworejo masa bakti 2026–2030.
Pelantikan dan pengukuhan pengurus Polosoro tersebut berlangsung di Pendopo Kabupaten Purworejo, Selasa (1/9/2026).
Momentum ini mengusung tema “Polosoro Jaya, Purworejo Guyub Rukun”, yang menegaskan komitmen memperkuat kebersamaan, komunikasi, dan sinergi pemerintahan desa dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo.
Dalam kepengurusan baru tersebut, Andhi Prasetyawan didampingi Supriyono (Kepala Desa Pringgowijayan) sebagai Ketua I, Triyono (Kepala Desa Sumber) sebagai Ketua II, Setiyono Hadi (Kepala Desa Sidomulyo) sebagai Ketua III, serta Sunardi (Kepala Desa Sumberagung) sebagai Ketua IV.
Sementara posisi Sekretaris Umum dipercayakan kepada Dwinanto (Kepala Desa Krandegan), Wakil Sekretaris Umum I Catur Asmoro (Kepala Desa Wonoyoso), Wakil Sekretaris Umum II Joko Susilo (Perangkat Desa Bragolan), Bendahara Umum Sasmita Wiyono (Kepala Desa Rowojati), dan Wakil Bendahara Umum Sarwastuti (Kepala Desa Bubutan).
Andhi menegaskan, Polosoro bukan semata organisasi profesi, tetapi merupakan rumah besar bagi kepala desa dan perangkat desa untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, menyampaikan aspirasi, sekaligus saling menguatkan dalam menjalankan amanah kepada masyarakat.
“Lebih dari sekadar acara pelantikan, hari ini merupakan momentum meneguhkan kembali semangat kebersamaan, memperkuat persatuan, dan menyatukan langkah para kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Purworejo,” ujar Andhi dalam sambutannya.
Menurutnya, tantangan pemerintahan desa ke depan semakin kompleks. Perubahan regulasi, tuntutan pelayanan publik, transformasi digital, persoalan ekonomi, kemiskinan, ketahanan pangan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan aparatur desa yang profesional, adaptif, dan mampu bekerja secara kolaboratif.
Karena itu, Polosoro akan didorong menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Purworejo sekaligus mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Andhi juga menyatakan komitmen kepengurusan baru untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Purworejo, termasuk visi-misi Bupati dan Wakil Bupati melalui program unggulan Pitulungan, yang meliputi Pinter Bocahe, Religius Masyarakat e, Sehat Penduduk e, Sejahtera Warga ne, Alus Dalan e, Rame Pasar e, dan Ayem Petani ne.
“Kami siap mendukung, siap bersinergi, siap berkolaborasi, dan siap bersama-sama mengawal pembangunan Purworejo dari desa. Kami percaya Purworejo yang hebat harus dibangun dari desa-desa yang kuat,” tegasnya.
Ia menambahkan, Polosoro juga akan menjaga marwah organisasi dengan menjadi wadah yang terbuka, komunikatif, kritis namun tetap santun dan kondusif.
Menurut Andhi, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk memutus persaudaraan dan kebersamaan.
“Boleh berbeda pendapat, tetapi jangan terpecah persaudaraan. Boleh berbeda pendapat, tetapi jangan kehilangan kebersamaan,” katanya.
Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H., yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus Polosoro yang baru dilantik.
Ia berharap amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan pengabdian kepada masyarakat. Bupati juga memberikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya atas kerja sama dan kontribusinya dalam membangun komunikasi antarpemerintahan desa.
“Kepala desa dan perangkat desa merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, saya berharap Polosoro terus menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi, kebersamaan, dan penyampaian aspirasi pemerintah desa,” ujar Yuli.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Purworejo harus terus dijaga. Berbagai persoalan yang muncul di tingkat desa, baik terkait pelayanan masyarakat, pembangunan maupun peningkatan kesejahteraan, perlu dibicarakan dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Bupati secara khusus berpesan kepada kepengurusan baru agar menjaga kekompakan dan merangkul seluruh anggota.
“Jaga kekompakan, rangkul semua anggota, dan utamakan kepentingan masyarakat. Jadikan Polosoro sebagai organisasi yang solid dan memberikan manfaat nyata bagi desa,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Yuli Hastuti juga mengingat kembali perjalanan awal Polosoro di Kabupaten Purworejo.
Ia menceritakan bagaimana semangat kebersamaan para kepala desa pada era 1990-an menjadi salah satu bagian penting dari lahir dan berkembangnya Polosoro.
Menurut Yuli, pada masa itu komunikasi masih dilakukan dengan sarana yang sangat terbatas. Namun keterbatasan tersebut justru memperkuat solidaritas dan semangat perjuangan para kepala desa.
Ia berharap semangat guyub rukun yang menjadi bagian dari sejarah Polosoro tersebut tetap dipertahankan oleh kepengurusan baru.
“Kalau ada apa-apa, ana rembug ya dirembug bareng-bareng. Yang pokok komunikasi kita jaga bersama,” pesan Yuli.
Ia juga berharap komunikasi antara Polosoro dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo tidak terputus. Pemerintah daerah, kata dia, siap membangun sinergi dengan pemerintah desa untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Dengan semangat gotong royong, mari kita terus bergerak membangun desa dan Kabupaten Purworejo,” ujarnya.
Pelantikan pengurus Polosoro masa bakti 2026–2030 tersebut pun menjadi momentum untuk memperkuat peran desa sebagai fondasi pembangunan daerah.
Dengan kepemimpinan baru dan semangat “Polosoro Jaya, Purworejo Guyub Rukun”, Polosoro diharapkan tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata melalui kolaborasi, komunikasi, dan pengabdian bagi masyarakat di seluruh Kabupaten Purworejo.
Usai Pelantikan dan Pengukuhan, seluruh Pengurus Polosoro mengikuti dialog bersama Bupati dan Forkompimda. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









