PURWOREJO, Purworejo24.com – Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap SD Muhammadiyah Kutoarjo membuat sekolah tersebut kembali mencatatkan capaian yang tidak biasa.
Kuota peserta didik baru untuk Tahun Ajaran 2027/2028 telah terpenuhi bahkan sebelum pendaftaran resmi dibuka melalui program inden yang diterapkan sekolah.
Tak hanya itu, antusiasme orang tua juga terlihat dari banyaknya calon siswa yang telah didaftarkan untuk beberapa tahun ajaran berikutnya. Bahkan, sekolah sudah menerima pendaftaran hingga Tahun Ajaran 2032/2033.
Kepala SD Muhammadiyah Kutoarjo, Suprayitno, mengatakan, sistem pendaftaran lebih awal merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus upaya memberikan kepastian bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di lembaga tersebut.
“Alhamdulillah, untuk Tahun Ajaran 2027/2028 kuota sudah terpenuhi. Bahkan sekarang sudah ada pendaftar untuk tahun-tahun berikutnya sampai 2032/2033,” kata Suprayitno pada Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, pada Tahun Ajaran 2027/2028 jumlah calon peserta didik yang telah mendaftar mencapai 168 siswa sehingga seluruh kuota telah penuh.
Sementara itu, untuk Tahun Ajaran 2028/2029 sudah tercatat 88 pendaftar, Tahun Ajaran 2029/2030 sebanyak 32 pendaftar, Tahun Ajaran 2030/2031 sebanyak 20 pendaftar, Tahun Ajaran 2031/2032 sebanyak 17 pendaftar, dan Tahun Ajaran 2032/2033 telah mencapai 4 pendaftar.
Menurut Suprayitno, fenomena tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pendidikan yang diberikan sekolah.
“Kami memiliki semboyan, pendaftaran ditutup sebelum dibuka. Maksudnya, kuota sudah terpenuhi lebih dahulu melalui sistem inden sebelum pembukaan penerimaan peserta didik baru secara resmi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat bahkan terlihat dari orang tua yang mendaftarkan anaknya sejak masih bayi.
“Orang tua mendaftarkan anaknya karena khawatir tidak mendapatkan kuota ketika nanti memasuki usia sekolah. Ini menjadi bentuk kepercayaan yang sangat besar kepada sekolah,” katanya.
Suprayitno menilai, tingginya minat masyarakat tidak lepas dari komitmen sekolah dalam memberikan pelayanan prima kepada siswa maupun orang tua.
Menurut dia, sekolah tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, pendidikan agama, dan akhlak peserta didik. Seluruh tenaga pendidik didorong untuk membangun komunikasi yang erat dengan orang tua sehingga tercipta hubungan yang harmonis dalam mendampingi perkembangan anak.
“Kami berusaha memenuhi harapan orang tua, baik dari sisi prestasi, pendidikan agama maupun akhlak. Selain itu, kedekatan guru dengan orang tua juga menjadi bagian penting dalam pelayanan kami,” ujar Suprayitno.
Budaya pelayanan tersebut juga diwujudkan melalui penyambutan siswa setiap pagi. Guru dan tenaga kependidikan menyambut kedatangan peserta didik, menyalami mereka, bahkan mengantar hingga ke ruang kelas sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak.
Selain pelayanan, sekolah juga menyediakan fasilitas antar jemput yang menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat. Saat ini terdapat 14 armada yang melayani berbagai wilayah, baik kendaraan milik sekolah maupun hasil kerja sama dengan pihak ketiga.
Layanan tersebut mencakup sejumlah jalur, mulai wilayah barat hingga kawasan perbukitan, jalur utara menuju Kecamatan Pituruh, serta beberapa wilayah lain di sekitar Kabupaten Purworejo.
Menurut Suprayitno, fasilitas tersebut memberikan rasa aman bagi orang tua karena anak dijemput dari rumah dan diantar kembali setelah kegiatan belajar selesai.
Ia menambahkan, keberhasilan sekolah hingga menjadi salah satu lembaga pendidikan yang diminati masyarakat tidak diperoleh secara instan.
Perjalanan panjang dimulai sejak awal 2000-an ketika sekolah melakukan pembenahan di berbagai sektor, mulai dari peningkatan mutu layanan, penguatan sumber daya manusia, hingga pembentukan budaya sekolah yang berorientasi pada kepuasan orang tua.
Upaya tersebut sempat menghadapi tantangan berat saat pandemi Covid-19 yang menyebabkan jumlah peserta didik menurun drastis. Namun, sekolah memilih melakukan evaluasi dan memperkuat kualitas pelayanan daripada menyalahkan kondisi yang terjadi.
“Prinsip kami sederhana, jangan menyalahkan keadaan. Kami harus terus berbenah agar masyarakat kembali percaya. Alhamdulillah, sekarang kepercayaan itu kembali tumbuh, bahkan pendaftaran sudah penuh sebelum dibuka,” tutur Suprayitno. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









