PURWOREJO, Purworejo24.com– Prosesi pelepasan dan wisuda santri di Yayasan An-nawawi Berjan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, tahun ini tidak hanya menjadi momen perpisahan bagi ratusan siswa yang telah menyelesaikan pendidikan.
Di balik kemeriahan acara, para santri juga menunjukkan capaian lain yang membanggakan, yakni meluncurkan empat buku karya mereka sendiri. Peluncuran buku sudah menjadi tradisi bagi siswa-siswi yang lulus di bawah naungan Ponpes An-Nawawi ini.
Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari rangkaian Khataman Akhirussanah dan Pelepasan Santri Tahun Pelajaran 2025/2026 yang diikuti sebanyak 713 siswa dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), Sabtu (13/6/2026).
Ketua Panitia kegiatan, Chazbi Ngubaidillah, mengatakan bahwa peluncuran buku merupakan tradisi yang terus dikembangkan di lingkungan MA Annawawi sebagai bentuk penguatan budaya literasi di kalangan santri.
“Tahun ini ada empat buku yang diluncurkan dari masing-masing peminatan di MA. Ini merupakan hasil karya siswa yang telah melalui proses penulisan dan pendampingan selama masa pembelajaran,” kata Chazbi.
Empat buku tersebut berasal dari program peminatan yang berbeda. Siswa peminatan MIPA meluncurkan buku berjudul Di Balik Rumus dan Penemuannya: Kisah di Balik Tujuh Ilmuwan Sains.
Buku tersebut mengupas perjalanan para ilmuwan dunia dan kisah di balik berbagai rumus yang hingga kini menjadi dasar ilmu pengetahuan modern.
Sementara itu, siswa peminatan IPS menerbitkan buku Orde Baru dalam Ingatan Bangsa yang mengulas berbagai peristiwa penting pada masa pemerintahan Orde Baru dan dampaknya terhadap kehidupan sosial, politik, serta ekonomi Indonesia.
Dari peminatan Bahasa lahir buku Selaksa di Manawa, sebuah antologi yang berisi 107 pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf hasil kreativitas para siswa. Karya tersebut menjadi wadah bagi santri untuk menuangkan gagasan, imajinasi, dan kemampuan menulis mereka.
Adapun siswa Program Keagamaan (PK) menerbitkan buku Menggapai Jannah dengan Amalan-Amalan Shalat Sunnah. Buku tersebut membahas berbagai keutamaan ibadah shalat sunnah beserta praktik pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Chazbi, peluncuran buku karya siswa bukan kali pertama dilakukan oleh MA Annawawi. Program serupa telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan menjadi salah satu upaya sekolah untuk membangun tradisi menulis di kalangan pelajar.
“Setiap tahun kami berusaha menghasilkan karya yang berbeda. Harapannya, siswa tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga mampu menjadi penulis dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai kemampuan literasi menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital saat ini. Karena itu, pihak sekolah terus mendorong siswa untuk aktif membaca, menulis, melakukan riset sederhana, hingga menyusun karya yang dapat dipublikasikan.
Selain peluncuran buku, acara pelepasan santri juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi dan guru terbaik. Penghargaan diberikan kepada siswa peringkat satu hingga sepuluh paralel, siswa yang meraih nilai sempurna dalam ujian, serta sejumlah guru yang dinilai memiliki dedikasi dan kinerja terbaik selama satu tahun pelajaran.
Sebelum prosesi pelepasan berlangsung, para santri mengikuti kirab dari asrama menuju lokasi acara. Barisan santri dikawal oleh pasukan pengibar bendera (Paskibra) dengan atraksi pedang pora yang menambah kemeriahan suasana.
“Jadi yang diberi penghargaan tidak hanya siswa saja tapi guru juga diberikan,” katanya.
Sebanyak 713 siswa mengikuti pelepasan tahun ini, terdiri atas 346 siswa MTs dan 367 siswa MA. Acara tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan akhir tahun Yayasan Annawawi yang sebelumnya diawali dengan khataman Al-Qur’an dan haflah akhirussanah.
Chazbi berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan yang telah mereka pelajari selama menempuh pendidikan di Annawawi.
“Semoga ilmu yang diperoleh selama belajar di Annawawi menjadi bekal yang bermanfaat dan para lulusan tetap membawa karakter santri di mana pun mereka melanjutkan pendidikan maupun mengabdi di tengah masyarakat,” katanya. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









