InspirasiSeni Budaya

Siswa SMP Negeri 2 Purworejo Wakili Kabupaten di FLS3N Provinsi Lewat Tari Kreasi “Jolen”

12
×

Siswa SMP Negeri 2 Purworejo Wakili Kabupaten di FLS3N Provinsi Lewat Tari Kreasi “Jolen”

Sebarkan artikel ini
Lima siswa SMP Negeri 2 Purworejo wakili Purworejo maju lomba FLS3,N tingkat provinsi Jawa Tengah
Lima siswa SMP Negeri 2 Purworejo wakili Purworejo maju lomba FLS3,N tingkat provinsi Jawa Tengah

PURWOREJO, purworejo24.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMP Negeri 2 Purworejo. Lima siswa sekolah tersebut berhasil meraih juara pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) cabang Tari Kreasi tingkat Kabupaten Purworejo pada Rabu (6/5/2026) lalu dan berhak mewakili daerahnya pada ajang FLS3N tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Kelima siswa tersebut adalah Ignasius Harendra Dhyaksa P, Kinanti Aiyra Fadila, Josephine Adventia M, Deandra Annisa Pratista, dan Christabel Valencia Apta Dewani.

Dalam kompetisi tersebut, mereka membawakan tari kreasi berjudul “Jolen”, yang terinspirasi dari tradisi masyarakat Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing.

Tari “Jolen” mengangkat nilai-nilai budaya lokal yang hidup dalam tradisi Jolenan, sebuah warisan budaya tak benda Kabupaten Purworejo yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali di Desa Somongari.

Melalui karya tari ini, para siswa tidak hanya menampilkan kemampuan artistik, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Kepala SMP Negeri 2 Purworejo, Prastowo Widagdo, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa persiapan menuju tingkat provinsi terus dilakukan secara intensif bersama pelatih profesional dari Sanggar Tari Prigel Purworejo.

Setelah tingkat kabupaten, anak-anak tetap berlatih. Jadwal latihan menyesuaikan waktu yang disediakan oleh pelatih karena pelatihnya berasal dari luar sekolah, yaitu dari Sanggar Tari Prigel Purworejo. Kami memang mengundang ahlinya untuk mendampingi mereka,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Prastowo menambahkan, mekanisme lomba tingkat provinsi tahun ini dilakukan melalui pengiriman video penampilan tari kepada panitia.

Mekanismenya membuat video tari, kemudian videonya dikirim ke panitia tingkat provinsi. Sistemnya mirip seperti saat masa pandemi Covid-19 dulu,” jelasnya.

Ia optimistis para siswa mampu memberikan hasil terbaik. Menurutnya, SMP Negeri 2 Purworejo memiliki tradisi panjang dalam meraih prestasi pada ajang FLS3N, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Harapannya seperti biasa. Tahun-tahun yang lalu, ketika mengikuti FLS3N, kami sering meraih juara. Pernah sampai tingkat provinsi, bahkan beberapa kali sampai tingkat nasional dan menjadi juara pertama nasional. Ke depan, tradisi juara itu tetap bisa dipertahankan oleh SMP Negeri 2 Purworejo,” katanya.

Dukungan juga datang dari para orang tua peserta. Salah satunya Endah Hanna Rosanti, S.IP., M.Si., orang tua dari Deandra Annisa Pratista yang juga menjabat sebagai Camat Gebang. Ia mengaku bangga melihat semangat dan perjuangan anak-anak selama menjalani proses latihan.

Harapannya anak-anak bisa mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang mereka cita-citakan. Kami sebagai orang tua melihat bagaimana mereka berjuang dan berlatih setiap hari, bahkan sampai malam. Mudah-mudahan apa yang diperjuangkan dan diharapkan oleh anak-anak dapat terwujud serta membawa nama baik Kabupaten Purworejo dan SMP Negeri 2 Purworejo,” tuturnya.

Keikutsertaan tim tari SMP Negeri 2 Purworejo pada FLS3N tingkat provinsi menjadi bukti bahwa pelestarian budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas generasi muda.

Melalui tari “Jolen”, para siswa tidak hanya berkompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi duta budaya yang memperkenalkan tradisi khas Purworejo kepada khalayak yang lebih luas. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.