Inspirasi

Baru 8 Tahun, Nadia Aliyah Reyhan Sudah Raih Emas Olimpiade Internasional dan Keliling Singapura–Malaysia

1
×

Baru 8 Tahun, Nadia Aliyah Reyhan Sudah Raih Emas Olimpiade Internasional dan Keliling Singapura–Malaysia

Sebarkan artikel ini
Nadia
Nadia

PURWOREJO, purworejo24.com – Di usianya yang baru menginjak delapan tahun, Nadia Aliyah Reyhan telah menorehkan prestasi yang membuat banyak orang berdecak kagum.

Siswi kelas 2 SD Negeri Purworejo itu tidak hanya menjadi langganan juara olimpiade tingkat nasional, tetapi juga berhasil mengoleksi medali dari berbagai kompetisi internasional di bidang matematika, sains, dan bahasa Inggris.

Prestasi terbaru Nadia datang dari Festival Anak Berprestasi Indonesia (FABI) ke-15 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Emerald Education Center (EEC). Dalam ajang tersebut, Nadia berhasil meraih medali emas, menambah panjang daftar penghargaan yang telah ia kumpulkan sejak masih taman kanak-kanak.

Orang tua Nadia, Dian Wijayanti, mengaku tidak pernah membayangkan putrinya akan memiliki begitu banyak prestasi akademik di usia yang masih sangat muda.

Kalau medali itu sudah banyak sekali. Untuk juara tingkat nasional saja rasanya sudah tidak terhitung lagi,” kata Dian pada Kamis (29/7/2026).

Menurut Dian, perjalanan Nadia di dunia olimpiade dimulai pada 2024 ketika ia masih bersekolah di TK Batik Perbaik Purworejo. Saat itu, Nadia mengikuti olimpiade nasional pertamanya dan langsung mencatatkan hasil membanggakan.

Waktu itu Nadia masih TK, usia enam tahun. Final olimpiade nasional pertamanya justru mendapatkan hadiah trip ke Singapura,” ujarnya.

Sejak saat itu, Nadia semakin tertarik mengikuti berbagai kompetisi akademik. Ketika duduk di kelas 1 SD, ia kembali memperoleh penghargaan yang memberinya kesempatan mengikuti perjalanan pendidikan ke Malaysia.

Dian menuturkan bahwa putrinya memang memiliki ketertarikan kuat pada matematika dibandingkan bidang lain.

Dia lebih menonjol di matematika. Kalau ada soal-soal hitungan, Nadia biasanya lebih cepat memahami,” tutur Dian.

Ketertarikan tersebut terbukti dari sederet prestasi yang diraih Nadia. Pada tahun 2025, ia berhasil membawa pulang Gold Medal Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO), Gold Medal Indonesia Young Science and Language Olympiad (IYSLO), serta Medali Emas SCN Mathematics Competition tingkat nasional.

Memasuki tahun 2026, prestasi Nadia semakin melesat. Ia meraih medali emas Philippines International Math and Science Olympics (PIMSO), medali emas Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO), Ruby Award Japan International Science and Mathematics Olympiads (JISMO Spring), medali emas International Youth Academic Excellence Olympiad (IYAEO), serta medali emas English, Math, and Science Olympiad (EMSO).

Tidak hanya kompetisi internasional, Nadia juga tetap mendominasi berbagai ajang nasional, seperti Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) ke-21, Olimpiade Seni Sains Bahasa Nasional (OSSBN), dan sejumlah kompetisi matematika tingkat provinsi maupun nasional lainnya.

Jika dihitung dari daftar penghargaan yang dimiliki keluarga, Nadia telah mengoleksi sekitar 40 penghargaan akademik dalam kurun waktu 2024–2026 baik nasional dan internasional.

Hampir semua tingkat nasional, dan kompetisi yang Nadia ikuti, sudah saya pilih yg terkurasi Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS),” kata dia.

Meski memiliki anak dengan prestasi luar biasa, Dian mengaku pola pendampingan yang dilakukan keluarga sebenarnya sederhana. Ia menekankan bahwa kunci utama keberhasilan Nadia adalah kemauan belajar dari diri anak sendiri.

Yang paling penting itu kemauan anak. Nadia itu anaknya nurut. Kalau diajak belajar, dia mau. Jadi kami sebagai orang tua lebih mudah mengarahkan,” katanya.

Dian mengatakan bahwa ia tidak ingin memberikan tekanan berlebihan kepada putrinya. Waktu belajar tetap disesuaikan dengan usia anak, diselingi bermain dan beristirahat agar Nadia tetap menikmati proses belajar.

Keluarga juga berusaha selektif memilih kompetisi yang diikuti.

Bagi Dian, prestasi bukanlah tujuan akhir. Ia berharap Nadia tetap tumbuh sebagai anak yang rendah hati, senang belajar, dan memiliki masa depan pendidikan yang baik.

Nadia masih kelas dua SD. Untuk lomba internasional yang jauh, saya ingin lebih selektif dan menunggu dia lebih siap,” ujar Dian. (P24-byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.