PURWOREJO, Purworejo24.com – Kiprah sosial Yan Budi Nugroho dalam mendampingi anak-anak yatim di Kabupaten Purworejo mendapat pengakuan dari Dompet Dhuafa.
Pendiri program Warung Sembako Gratis untuk Anak Yatim itu menerima BesTeam Award 2026 dari Dompet Dhuafa pada ajang Indonesia Dream Festival 2026 di Jakarta.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada individu, komunitas, perusahaan, maupun figur publik yang dinilai memiliki kepedulian dan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan anak-anak yatim di Indonesia.
Yan menjadi salah satu penerima penghargaan setelah program yang diinisiasinya dinilai menghadirkan pendekatan baru dalam penyaluran bantuan kepada anak yatim, yakni melalui konsep warung sembako gratis yang memungkinkan anak-anak binaan memperoleh kebutuhan pokok secara lebih mudah dan bermartabat.
Ketua Panitia BesTeam Award 2026, Widodo, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil observasi dan survei yang dilakukan secara panjang oleh tim Dompet Dhuafa.
“Pada Indonesia Dream Festival 2026 ini, Dompet Dhuafa memberikan apresiasi kepada insan yang memiliki kepedulian nyata terhadap anak-anak yatim dengan pendekatan yang unik. Salah satu individu yang menerima penghargaan adalah Bapak Yan Budi Nugroho atas inisiasi warung sembako gratis untuk anak-anak yatim binaannya,” ujar Widodo.
Menurut dia, penghargaan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi Yan untuk terus berkontribusi dalam membina anak-anak yatim sebagai generasi penerus bangsa.
“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi kepada anak-anak yatim sekaligus menjadi warna baru dalam model kepedulian sosial di Kabupaten Purworejo,” katanya.
Indonesia Dream Festival 2026 sendiri mengusung tema “1.000 Dreams, One Festival” yang diselenggarakan Dompet Dhuafa melalui program BesTeam (Bestian Sama Yatim).
Festival tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional dengan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, kreatif, dan inspiratif bagi anak-anak yatim serta dhuafa.
Selain memberikan penghargaan, kegiatan itu juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan mata, pembagian kacamata gratis, santunan, school kit, hingga berbagai aktivitas yang mendorong anak-anak berani bermimpi dan mengembangkan potensi diri.
Sementara itu, Yan Budi Nugroho mengaku tidak pernah menyangka akan menjadi salah satu penerima penghargaan tersebut. Selama ini, ia mengaku hanya menjalankan kegiatan sosial sebagaimana biasanya tanpa pernah mendaftarkan programnya ke lembaga pemberi penghargaan.
“Saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan BesTeam Award 2026 dari Dompet Dhuafa. Saya tidak pernah mendaftarkan kegiatan sosial yang saya lakukan. Bagi saya, penghargaan ini sangat prestisius karena diberikan oleh lembaga filantropi Islam yang memiliki reputasi,” ujarnya pada Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan penjelasan panitia, BesTeam Award merupakan program baru Dompet Dhuafa yang diluncurkan pada Juli 2026. Sebelum menentukan penerima penghargaan, tim melakukan proses observasi dan survei terhadap berbagai program sosial di sejumlah daerah.
Menurut Yan, Warung Sembako Gratis untuk Anak Yatim yang selama ini dijalankannya dinilai memiliki konsep yang sederhana, namun efektif dalam menjawab kebutuhan anak-anak binaan.
“Program ini dianggap unik dan efektif karena bantuan bisa diterima langsung oleh anak-anak yatim melalui mekanisme yang lebih mudah.
Harapannya, model seperti ini dapat menginspirasi daerah lain,” katanya.
Yan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang selama ini mendukung kegiatan sosialnya, termasuk Bupati Purworejo Yuli Hastuti beserta Pemerintah Kabupaten Purworejo.
Ia menilai dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting sehingga pembinaan terhadap anak-anak yatim dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
“Pertama saya bersyukur kepada Allah SWT atas anugerah ini. Saya juga berterima kasih kepada ibu saya sebagai orang pertama yang selalu mendukung. Selain itu, saya sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati Yuli Hastuti dan Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui dinas terkait yang terus memberikan dukungan sehingga kegiatan pembinaan anak-anak yatim bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Yan berharap penghargaan tersebut bukan sekadar menjadi pencapaian pribadi, melainkan mampu memotivasi generasi muda untuk menghadirkan inovasi-inovasi sosial yang memberi dampak langsung kepada masyarakat.
Menurut dia, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berbuat baik tanpa harus menunggu memiliki sumber daya yang besar.
“Kalau ingin berbuat baik, ya lakukan saja. Jangan takut memulai. Dari satu kebaikan akan lahir kebaikan-kebaikan lainnya. Saya berharap penghargaan ini menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk menciptakan ide-ide yang bermanfaat bagi masyarakat. Keberhasilan terbesar bukan ketika kita menerima penghargaan, tetapi ketika apa yang kita mulai dapat diteruskan oleh generasi berikutnya,” pungkasnya.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









