Ekonomi

Layangkan Surat Ke Kodim Purworejo, Pengurus Koperasi di Purworejo Bakal Audiensi Soal Kejelasan Peran dalam Operasional Koperasi

1
×

Layangkan Surat Ke Kodim Purworejo, Pengurus Koperasi di Purworejo Bakal Audiensi Soal Kejelasan Peran dalam Operasional Koperasi

Sebarkan artikel ini
Pertemuan pengurus KDMP
Pertemuan pengurus KDMP

PURWOREJO, Purworejo24.com – Forum Komunikasi Koperasi Kabupaten Purworejo berencana menggelar audiensi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0708/Purworejo untuk meminta penjelasan terkait keterlibatan unsur TNI dalam operasional koperasi yang bekerja sama dengan Agrinas.

Rencana audiensi tersebut muncul setelah sejumlah pengurus koperasi mengaku masih memiliki pertanyaan mengenai pembagian kewenangan antarinstansi dalam pengelolaan koperasi.

Mereka berharap pertemuan dengan jajaran Kodim dapat memberikan kejelasan sehingga tidak menimbulkan perbedaan persepsi di lapangan.

Koordinator Forum Koperasi Desa Merah Putih Kabupaten Purworejo, Abdul Wahab Setiawan, mengatakan, forum sebelumnya telah menyampaikan berbagai aspirasi kepada Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Purworejo.

Salah satu poin yang mengemuka adalah perlunya penjelasan mengenai keterlibatan pihak-pihak yang selama ini mendampingi operasional koperasi.

Kami ingin berkoordinasi dan beraudiensi dengan Kodim. Tujuannya agar berbagai aspirasi dari teman-teman pengurus di bawah bisa tersampaikan secara langsung dan kami memperoleh penjelasan yang jelas,” kata Wahab pada Senin (27/7/2026).

Menurut dia, selama ini pengurus di sejumlah koperasi masih mempertanyakan sejauh mana peran Kodim dalam operasional koperasi, mulai dari proses distribusi barang hingga pendampingan di lapangan.

Oleh karena itu, forum memandang perlu adanya komunikasi langsung agar tidak terjadi kesalahpahaman. Pihaknya menyebut telah melayangkan surat ke Kodim 0708 Purworejo namun belum mendapatkan tanggapan soal kepastian audiensi.

Ia menegaskan bahwa audiensi yang direncanakan bukan untuk mencari pihak yang dipersalahkan, melainkan sebagai upaya membangun koordinasi yang lebih baik antarinstansi.

Suratnya diterima pada 24 Juni yang lalu. Kami ingin semuanya jelas. Kalau memang ada pembagian tugas dan kewenangan, kami berharap dapat dijelaskan secara resmi sehingga pengurus juga memahami posisi masing-masing,” ujarnya.

Wahab mengungkapkan, forum sebenarnya telah berupaya menjalin komunikasi dengan Kodim. Namun hingga saat ini, rencana pertemuan tersebut masih menunggu respons.

Ke depan kami berharap Dandim bisa melihat upaya kami dalam rangka berkoordinasi. Kami hanya ingin memastikan bahwa aspirasi teman-teman pengurus benar-benar tersampaikan,” katanya.

Selain membahas pembagian kewenangan, audiensi juga diharapkan menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang dihadapi pengurus koperasi selama masa awal operasional. Beberapa di antaranya berkaitan dengan tata kelola koperasi, mekanisme distribusi barang, hingga kepastian aturan teknis yang menjadi pedoman pengurus.

Menurut Wahab, komunikasi yang terbuka sangat dibutuhkan agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan program koperasi. Dengan demikian, pengurus di tingkat desa dapat menjalankan tugasnya tanpa kebingungan mengenai batas kewenangan masing-masing.

Ia juga berharap pemerintah segera menerbitkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis sebagai dasar hukum pelaksanaan program. Menurut dia, keberadaan aturan tersebut akan memudahkan pengurus maupun pihak lain yang terlibat dalam menjalankan operasional koperasi.

Kami ingin koperasi ini berhasil karena tujuannya baik untuk masyarakat. Namun, keberhasilannya harus didukung tata kelola yang jelas, koordinasi yang baik, dan aturan yang pasti,” ucapnya.

Forum Koperasi Desa Merah Putih Kabupaten Purworejo berharap audiensi dengan Kodim nantinya dapat menghasilkan kesepahaman bersama mengenai pola koordinasi di lapangan. Dengan adanya komunikasi yang lebih intensif, berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan pengurus diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog.

Kita itu ingin agar pelaksanaan operasional dilaksanakan secara professional mas. Agar tidak merugikan banyak pihak yang ingin mendukung KDKMP ini. Terutama pengurus dan karyawan yang memang tidak berbayar,” katanya.

Menurut Wahab, Dandim Purworejo memiliki peran strategis terhadap berjalannya KDKMP di Kabupaten Purworejo. Ia menilai Dandim punya peran agar kejadian Launching selanjutnya tidak merugikan para pengurus seperti sebelumnya.

Dandim ini sebagai pucuk pimpinan dalam pelaksanaan persiapan Launching di Kab Purworejo, ya kami perlu menyampaikan masukan-masukan dari desa dan kelurahan dari pengurus agar tidak terulang di pelaksanaan launching berikutnya yang diperkirakan akan lebih banyak lagi dari jumlah launching kemarin,” katanya.

Ini upaya antisipatif dari forum KDKMP Kabupaten Purworejo agar KDKMP Kabupaten Purworejo berjalan baik, aman dan kondusif,” tambahnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.