KEMIRI, purworejo24.com – Yayasan Bimbingan Anak Prestasi Indonesia (ALBRI) menggelar Olimpiade Berhitung Cepat sekaligus pemecahan rekor berhitung tanpa coretan menggunakan metode Jari Aljabar di Pendopo Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai cabang ALBRI di Purworejo, Kutowinangun hingga Kebumen.
Selain lomba berhitung cepat, acara juga dimeriahkan dengan penampilan seni dari para peserta, seperti tari, menyanyi, dan pembacaan puisi serta tukar kado antar peserta yang hadir.
Pada kesempatan itu, ALBRI juga memberikan penghargaan kepada para juara kelas, peraih prestasi olimpiade tingkat lokal, nasional hingga internasional.
Pimpinan Cabang Jari Aljabar Purworejo, Lilik Sufitriani, CT., CM., mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk membuktikan kemampuan anak-anak dalam berhitung cepat tanpa menggunakan coretan maupun alat bantu lain.
“Hari ini kami mengadakan lomba berhitung cepat sekaligus pemecahan rekor. Hampir 200 anak berhasil berhitung tanpa coretan, hanya menggunakan 10 jari dengan metode Jari Aljabar,” ujarnya.
Menurut Lilik, peserta berasal dari seluruh cabang bimbingan belajar ALBRI di wilayah Purworejo, Kutowinangun hingga Kebumen.
Mereka mampu menyelesaikan soal berhitung dengan banyak digit secara cepat dan tepat.
“Anak-anak bisa menjawab soal dengan hasil yang sama seperti kalkulator. Ini menjadi bukti bahwa berhitung bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan,” katanya.
Ia menjelaskan, metode Jari Aljabar dirancang untuk membantu anak-anak yang selama ini mengalami kesulitan berhitung. Dengan memanfaatkan sepuluh jari, siswa dapat menghitung hingga ratusan, ribuan bahkan jutaan tanpa harus mencoret-coret kertas.
“Fondasi berhitung yang kuat akan memudahkan anak dalam memahami pelajaran matematika di jenjang berikutnya. Tujuan kami bukan hanya membuat anak pandai berhitung, tetapi juga mencintai matematika,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ALBRI juga memberikan apresiasi kepada sekitar 100 siswa yang berhasil meraih peringkat 1, 2, dan 3 di sekolah masing-masing.
Penghargaan itu merupakan agenda rutin setiap akhir semester sebagai bentuk motivasi bagi peserta didik.
Lilik menyebutkan, saat ini ALBRI telah memiliki 17 cabang yang tersebar dari Purworejo hingga Kebumen dengan jumlah peserta didik hampir 1.000 anak.
Selain itu, ALBRI juga telah memiliki mitra di Balaraja dan Tangerang serta berencana terus memperluas jaringan agar semakin banyak anak yang terbantu dalam belajar berhitung.

Salah satu orang tua peserta, Dinar Septiva Argarini, mengaku merasakan manfaat besar setelah putrinya, Kintania Pratita Arundhati, mengikuti pembelajaran di ALBRI selama sekitar satu setengah tahun.
Kintania berhasil meraih medali emas pada ajang ABET Einstein dan dijadwalkan mengikuti babak final tingkat internasional di Jerman pada Desember mendatang.
“ALBRI sangat membantu kemampuan berhitung anak saya. Dalam olimpiade, kemampuan berhitung cepat sangat dibutuhkan karena soal-soalnya memiliki tingkat kesulitan tinggi. Kami terus mendampingi dan memotivasi anak untuk berlatih setiap hari,” ungkap Dinar.
Ia juga berpesan kepada para orang tua agar terus memberikan pendampingan kepada anak selama proses belajar.
“Peran orang tua sangat penting. Yang utama adalah tetap semangat mendampingi anak dan menghargai setiap proses belajarnya,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, ALBRI berharap semakin banyak anak memiliki kepercayaan diri, kemampuan berhitung yang baik, serta mampu meraih prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat belajar, kreativitas, dan apresiasi terhadap prestasi anak sejak usia dini. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









