KEBUMEN , purworejo24.com– Sebuah kisah inspiratif tentang kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat hadir dari Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen.
Dengan menggunakan dana pribadi, Hj Siti Sudar bersama keluarga berhasil membangun jalan sepanjang sekitar 2,5 kilometer lengkap dengan dua jembatan yang kini menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi warga, khususnya para petani.
Jalan dan dua jembatan tersebut telah diresmikan oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, pada Sabtu (4/7/2026).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita di atas jembatan, serta pemotongan tumpeng yang disaksikan masyarakat setempat.
Keberadaan infrastruktur baru ini membawa perubahan besar bagi warga. Jika sebelumnya masyarakat harus berjalan kaki berjam-jam melewati medan sulit untuk mencapai lahan pertanian dan hutan, kini akses tersebut dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 10 menit.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap pihak yang berkontribusi dalam pembangunan, jalan dan jembatan tersebut diberi nama jalan Hj Siti Sudar.
Selain dana pribadi keluarga, pembangunan juga didukung hibah lahan dari sejumlah warga yang secara sukarela menyerahkan sebagian tanah mereka demi kepentingan bersama.
Hj Siti Srimulati mengungkapkan bahwa pembangunan tersebut berawal dari amanah keluarga untuk menjaga dan melestarikan peninggalan leluhur, almarhumah Hj Siti Aminah dan almarhum H. Sastro Sudarmo.
Melalui koordinasi dengan pemerintah desa, keluarga melihat potensi besar kawasan hutan dan lahan pertanian di sekitar Sungai Soka yang selama ini belum berkembang karena keterbatasan akses.
Menurut Hj Siti Sudar, gagasan membangun jalan telah muncul sejak tahun 2006 setelah wafatnya sang ibu mertua.
Saat itu ia merasa ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat yang selama ini telah menerima keluarganya dengan baik.
“Ketika melihat kawasan hutan yang memiliki potensi besar tetapi tidak memiliki akses jalan, saya berdoa agar suatu saat diberi kemampuan untuk membantu membangun jalan bagi masyarakat,” tuturnya, saat ditemui Senin (6/7/2026).
Tekad tersebut semakin kuat ketika pada tahun 2012 ia bersama perangkat desa meninjau langsung lokasi.
Perjalanan yang harus ditempuh dengan berjalan kaki selama sekitar sembilan jam membuatnya menyadari betapa berat perjuangan warga untuk mengangkut hasil bumi mereka.
Kesempatan mewujudkan niat itu datang pada tahun 2018 ketika ia membeli sebidang sawah milik kerabat yang hendak menjual tanahnya untuk biaya menunaikan ibadah haji.
Sebagian lahan tersebut kemudian dihibahkan dan dimanfaatkan sebagai akses jalan menuju kawasan pertanian dan hutan.
Dalam proses pembangunan, Hj Siti Sudar rela menjual tabungan emas yang telah dikumpulkannya selama bertahun-tahun.
Baginya, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk pengabdian dan investasi amal yang diniatkan semata-mata karena Allah SWT.
“Tujuan saya sederhana, ingin membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani. Jika akses lebih mudah, hasil panen bisa diangkut dengan cepat dan biaya transportasi menjadi lebih ringan,” ujarnya.

Pembangunan jalan ini juga menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat.
Sekitar 20 pemilik lahan dengan sukarela membebaskan sebagian tanah mereka tanpa meminta ganti rugi. Dukungan tersebut menjadi faktor penting yang memperlancar proses pembangunan.
Tidak hanya membangun jalan dan jembatan, di ujung jalan tersebut juga telah didirikan rumah singgah sederhana yang dapat dimanfaatkan warga maupun pengunjung untuk beristirahat, beribadah, atau berteduh.
Meski pembangunan akses dasar telah selesai, Hj Siti Sudar berharap pemerintah daerah dapat melanjutkan peningkatan kualitas jalan melalui pengerasan maupun pengaspalan sehingga manfaatnya semakin besar bagi masyarakat.
Kisah Hj Siti Sudar menjadi teladan bahwa kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi mampu menghadirkan perubahan nyata.
Dari sebuah niat baik yang tumbuh puluhan tahun lalu, kini lahir infrastruktur yang membuka jalan bagi kemajuan ekonomi masyarakat dan masa depan yang lebih baik bagi para petani di Desa Plumbon. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









