Inspirasi

Dari Purworejo ke Panggung Nasional: Cerita Sulthan Mengejar Mimpi di “Icon Indonesia”

6
×

Dari Purworejo ke Panggung Nasional: Cerita Sulthan Mengejar Mimpi di “Icon Indonesia”

Sebarkan artikel ini
Sulthan Fadhil Syahbal
Sulthan Fadhil Syahbal

PURWOREJO, purworejo24.com – Lampu panggung itu mungkin telah padam, namun mimpi seorang remaja asal Purworejo justru semakin menyala.

Dialah Sulthan Fadhil Syahbal (15), siswa kelas IX SMP Negeri 2 Purworejo, yang berhasil menembus 16 besar ajang pencarian bakat “Icon Indonesia”.

Sulthan merupakan anak kedua dari pasangan Sulistyo Setyowati dan Fadhil Ali Syahbal.

Dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan utama dalam setiap langkah yang ia tempuh.

Perjalanan Sulthan bukan sekadar tentang kompetisi, melainkan kisah keberanian untuk mencoba, menghadapi kegagalan, dan terus bangkit mengejar mimpi.

Semua bermula dari audisi daring yang ia ikuti. Tak disangka, langkah kecil itu membawanya ke tahap berikutnya—audisi langsung di Yogyakarta.

Dari sana, namanya terus melaju hingga masuk 24 besar dan akhirnya berangkat ke Jakarta untuk bersaing dengan talenta-talenta terbaik dari seluruh Indonesia.

Alhamdulillah bisa sampai 16 besar. Rasanya senang, tapi juga jadi pelajaran besar buat saya,” ujar Sulthan, saat ditemui dirumahnya, pada Senin (4/5/2026).

Di balik gemerlap panggung, tersimpan cerita tentang disiplin dan perjuangan.

Selama masa karantina sekitar satu bulan, Sulthan dan peserta lainnya menjalani jadwal yang padat, mulai dari latihan intensif hingga evaluasi penampilan.

Namun, tantangan terbesar justru datang dari hal sederhana: mengatur waktu istirahat.

Yang paling sulit itu menjaga kondisi tubuh. Harus pintar membagi waktu antara latihan dan istirahat,” ungkapnya.

Meski kompetisi berlangsung ketat, suasana di asrama justru menghadirkan kehangatan.

Sulthan menemukan keluarga baru di antara para peserta dari berbagai daerah.

Kami saling mendukung. Kalau ada yang sedih, kita saling menguatkan. Saat ada yang pulang, rasanya kehilangan,” kenangnya.

Momen kebersamaan seperti berbincang di malam hari, berlatih bersama, hingga saling menyemangati menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Perjalanan ini juga mempertemukannya dengan para mentor berpengalaman. Salah satunya, Bunda Rika, yang mendorong Sulthan untuk terus mengembangkan kemampuan, termasuk memperdalam permainan piano dan memperluas genre musik yang dikuasai.

Disuruh terus latihan dan jangan cepat puas. Itu yang saya pegang sampai sekarang,” kata Sulthan.

Di tengah kesibukan kompetisi, Sulthan tetap menjalankan kewajibannya sebagai pelajar. Ia bahkan mengikuti ujian sekolah di Jakarta dengan dukungan penuh dari pihak penyelenggara yang memberikan waktu khusus untuk belajar.

Sebelumnya, Sulthan juga pernah meraih prestasi sebagai Juara 2 Nasional Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2024 saat masih duduk di kelas VIII.

Dukungan pun mengalir dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, teman-teman, hingga Pemerintah Kabupaten Purworejo. Bahkan, ada yang datang langsung ke Jakarta untuk memberikan dukungan.

Itu yang membuat saya semakin semangat. Saya tidak merasa sendirian,” tuturnya.

Kini, meski langkahnya terhenti di 16 besar, Sulthan tidak menganggapnya sebagai akhir. Justru, ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang.

Ia berharap dapat kembali mendapatkan kesempatan tampil melalui program recall, sekaligus terus mengasah kemampuan di dunia musik.

Sulthan juga mempertimbangkan melanjutkan pendidikan di Jakarta demi mendukung kariernya.

Saya ingin terus berkembang, tidak berhenti di sini. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” ucapnya penuh harap.

Dari Purworejo, Sulthan telah membuktikan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil. Ketika keberanian bertemu dengan kerja keras, panggung yang lebih luas hanyalah soal waktu. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.