PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo mulai mematangkan sejumlah rencana investasi dan Program Strategis Nasional (ProSN) yang berpotensi melibatkan hibah aset daerah. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Potensi Investasi dan Percepatan Program Strategis Nasional yang digelar di Ruang Bagelen Setda Purworejo, Rabu (17/6/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti dan didampingi Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi itu turut mengundang jajaran DPRD Kabupaten Purworejo serta sejumlah perangkat daerah terkait. Forum tersebut menjadi ruang komunikasi awal antara eksekutif dan legislatif guna membangun kesamaan persepsi sebelum dokumen resmi diajukan kepada DPRD.
Langkah ini dinilai penting mengingat sejumlah program yang sedang direncanakan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut pelayanan publik, pendidikan, keagamaan, kesejahteraan sosial, hingga kepentingan pertahanan negara.
Dalam paparannya, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menjelaskan bahwa terdapat sejumlah proyek strategis yang sedang dipersiapkan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing dan mempercepat pembangunan wilayah.
Salah satunya adalah rencana pembangunan Kantor Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Purworejo. Keberadaan kantor tersebut diharapkan dapat memperpendek rentang pelayanan pengawasan obat dan makanan bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
“Yang pertama, untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Pemkab Purworejo merencanakan pembangunan Kantor Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM),” ujar Dion.
Keberadaan Loka POM dinilai strategis karena tidak hanya memperkuat pengawasan keamanan pangan dan obat-obatan, tetapi juga mendukung perlindungan konsumen serta meningkatkan kualitas produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkembang di daerah.
Selain itu, pemerintah daerah juga membahas rencana pengembangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Purworejo. Rencana tersebut sempat memunculkan berbagai tanggapan, terutama dari sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) yang khawatir terjadi persaingan program studi.
Menanggapi hal tersebut, Dion menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan komunikasi dan kajian agar program pendidikan yang dibuka nantinya tidak tumpang tindih dengan program studi yang telah ada di perguruan tinggi lokal.
Kehadiran kampus negeri di Purworejo diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui meningkatnya aktivitas akademik, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.
Rencana strategis lainnya adalah pembangunan Islamic Center Area yang di dalamnya akan dilengkapi fasilitas embarkasi haji terpadu. Konsep tersebut dirancang sebagai kawasan layanan keagamaan yang terintegrasi dan memiliki fungsi lebih luas.
Selain mendukung kebutuhan calon jemaah haji, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan Islam, serta forum-forum keumatan berskala regional maupun nasional.
Dalam bidang kesejahteraan sosial, Pemkab Purworejo juga menindaklanjuti program Sekolah Rakyat, yang merupakan program nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Menurut Dion, program tersebut secara khusus ditujukan bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan dalam memperoleh pendidikan yang layak.
Ia menjelaskan bahwa lokasi pembangunan Sekolah Rakyat mengalami perubahan dari usulan awal di kawasan pesisir selatan. Perubahan dilakukan berdasarkan pertimbangan mitigasi bencana serta penyesuaian kebutuhan lahan yang meningkat dari lima hektare menjadi tujuh hektare.
“Kemudian, ada perubahan lokasi Sekolah Rakyat yang semula diusulkan di kawasan pesisir selatan karena pertimbangan mitigasi bencana dan perubahan kebutuhan luas lahan dari 5 hektare menjadi 7 hektare,” jelasnya.
Sementara itu, dalam sektor pertahanan negara, pemerintah daerah juga menyampaikan adanya rencana pembangunan pangkalan radar TNI Angkatan Udara di wilayah Purworejo. Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari kebutuhan pemerintah pusat dan Markas Besar TNI dalam memperkuat sistem pertahanan udara nasional.
Pangkalan radar tersebut direncanakan berdiri di kawasan pesisir selatan pada lahan non-produktif sehingga tidak mengganggu aktivitas pertanian masyarakat. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan deteksi dan pengawasan wilayah udara sekaligus memperkuat posisi strategis Purworejo dalam mendukung keamanan nasional.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo berupaya memastikan setiap program strategis yang akan dijalankan memperoleh dukungan, pemahaman, dan pengawalan bersama dari seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, investasi dan pembangunan yang masuk ke daerah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus tetap memperhatikan aspek sosial, lingkungan, pendidikan, dan keberlanjutan pembangunan daerah.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









