Pemerintahan

Jelang Musyda VIII, Sejumlah Nama Mulai Mencuat dalam Bursa Ketua Umum POLOSORO Purworejo

20
×

Jelang Musyda VIII, Sejumlah Nama Mulai Mencuat dalam Bursa Ketua Umum POLOSORO Purworejo

Sebarkan artikel ini
Musyawarah Daerah (Musyda) VIII Persatuan Kepala Desa dan Perangkat Desa (POLOSORO) Kabupaten Purworejo
Musyawarah Daerah (Musyda) VIII Persatuan Kepala Desa dan Perangkat Desa (POLOSORO) Kabupaten Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musyda) VIII Persatuan Kepala Desa dan Perangkat Desa (POLOSORO) Kabupaten Purworejo memang masih sekitar satu bulan lagi. Namun, dinamika menjelang forum tertinggi organisasi tersebut mulai terasa dengan munculnya sejumlah nama yang diperbincangkan sebagai calon Ketua Umum POLOSORO periode 2026–2029.

Musyda VIII POLOSORO dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli 2026 dengan mengusung tema “POLOSORO Kuat, Purworejo Hebat; Desa Bersatu, Indonesia Maju.” Agenda ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk mengevaluasi kepengurusan periode 2023–2026, menyusun rekomendasi organisasi, sekaligus memilih kepengurusan baru yang akan memimpin selama tiga tahun ke depan.

Diperkirakan sekitar 250 peserta akan mengikuti Musyda yang terdiri atas delegasi dari 16 kecamatan serta berbagai unsur undangan.

Seiring mendekatnya pelaksanaan Musyda, sejumlah figur mulai disebut-sebut memiliki peluang untuk memimpin organisasi yang menaungi kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Purworejo tersebut.

Salah satu nama yang cukup sering diperbincangkan adalah Supriyono, Kepala Desa Pringgowijayan, Kecamatan Kutoarjo. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua I POLOSORO Kabupaten Purworejo. Pengalamannya dalam struktur kepengurusan organisasi dinilai menjadi modal penting karena memahami berbagai dinamika internal maupun persoalan yang dihadapi pemerintah desa.

Selain Supriyono, muncul pula nama Andhi Prasetiawan, Kepala Desa Trirejo, Kecamatan Loano. Saat ini Andhi menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan Pemuda dan Olahraga POLOSORO Kabupaten Purworejo.

Keaktifannya dalam berbagai kegiatan organisasi, termasuk sebagai Ketua Panitia Turnamen Bola Voli yang menjadi bagian dari rangkaian menuju Musyda VIII, membuat namanya diperhitungkan sebagai representasi generasi muda kepala desa yang memiliki jaringan dan kemampuan komunikasi yang luas.

Dari kalangan perempuan, nama Juminatun atau yang akrab disapa Menik, Kepala Desa Langenrejo, Kecamatan Butuh, juga mulai menjadi perhatian. Menik saat ini mengemban tugas sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak POLOSORO Kabupaten Purworejo. Jika nantinya terpilih, ia berpeluang mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin POLOSORO Kabupaten Purworejo.

Sementara itu, Suwarto, Kepala Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, masih menjadi salah satu figur yang diperhitungkan. Sebagai Ketua Umum POLOSORO Kabupaten Purworejo periode 2020–2023 dan 2023–2026, Suwarto telah memimpin organisasi selama dua periode berturut-turut. Pengalaman tersebut membuat namanya tetap memiliki pengaruh dan dukungan di kalangan anggota.

Di bawah kepemimpinannya, POLOSORO dinilai mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus menjadi wadah perjuangan bagi kepala desa dan perangkat desa dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Ketua Panitia Musyda VIII POLOSORO, Dwinanto, menilai munculnya sejumlah nama menjelang Musyda merupakan hal yang wajar dalam organisasi yang sehat dan demokratis. Menurutnya, semakin banyak kader yang siap maju menunjukkan bahwa organisasi memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan peduli terhadap kemajuan POLOSORO.

Semakin banyak kader yang siap maju dan berkontribusi untuk organisasi tentu menjadi hal yang positif. Ini menunjukkan bahwa POLOSORO memiliki banyak sumber daya manusia yang berkualitas dan peduli terhadap kemajuan organisasi,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Dwinanto juga menegaskan bahwa panitia akan menjaga netralitas selama seluruh tahapan Musyda berlangsung. Fokus panitia adalah memastikan proses berjalan sesuai mekanisme organisasi sehingga menghasilkan kepemimpinan yang sah, demokratis, dan mendapat dukungan luas dari anggota.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Musyda VIII tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat soliditas organisasi dan merumuskan langkah-langkah dalam memperjuangkan kepentingan desa di masa mendatang.

Hingga saat ini belum ada deklarasi resmi dari para kandidat yang namanya mulai diperbincangkan. Bursa calon Ketua Umum POLOSORO masih sangat dinamis dan terbuka bagi munculnya figur-figur lain menjelang pelaksanaan Musyda.

Dengan waktu sekitar satu bulan sebelum Musyda digelar, komunikasi dan konsolidasi antaranggota diperkirakan akan semakin intensif. Namun, lebih dari sekadar siapa yang akan terpilih, harapan terbesar anggota adalah lahirnya kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan organisasi, memperkuat posisi desa dalam pembangunan, serta membawa POLOSORO semakin berperan dalam mewujudkan visi besar “POLOSORO Kuat, Purworejo Hebat; Desa Bersatu, Indonesia Maju.”


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.