Kesehatan

17 Orang Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Tjitrowardojo Purworejo

3
×

17 Orang Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Tjitrowardojo Purworejo

Sebarkan artikel ini
Operasi bibir sumbing
Operasi bibir sumbing

PURWOREJO, purworejo24.com – Sebanyak 17 pasien bibir sumbing dan langit-langit sumbing dari berbagai daerah mengikuti program operasi gratis yang digelar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tjitrowardojo, Purworejo, Kamis (26/6/2026).

Kegiatan bakti sosial tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan merupakan hasil kolaborasi antara Polres Purworejo, Fakultas Kedokteran Universitas Jember, RSUD Tjitrowardojo, serta Pemerintah Kabupaten Purworejo.

Menariknya, para peserta yang mengikuti operasi berasal dari rentang usia yang beragam. Pasien termuda baru berusia tiga bulan, sedangkan peserta tertua merupakan remaja berusia sekitar 15 hingga 16 tahun.

Sebagian di antaranya juga menjalani operasi lanjutan untuk menyempurnakan tindakan medis yang pernah dilakukan sebelumnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Dr. dr. Ulfa Elfiah, M.Kes, mengatakan kegiatan tersebut diawali dengan seremoni sebelum seluruh pasien menjalani tindakan operasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan tim medis.

Pada siang hari ini dilaksanakan acara seremonial dalam rangka bakti sosial operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit sumbing untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini merupakan kolaborasi yang luar biasa antara Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Polres Purworejo, dan RSUD Tjitrowardojo yang juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Purworejo,” ujar Ulfa saat ditemui usai kegiatan pada Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan, total terdapat 17 pasien yang lolos proses skrining kesehatan dan siap menjalani operasi. Menurutnya, pasien yang datang memiliki kondisi yang berbeda-beda, sehingga tindakan medis yang diberikan juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Pasien yang mengikuti operasi hari ini ada 17 orang. Ada pasien baru dengan usia paling kecil tiga bulan dan ada juga yang sudah dewasa, sekitar 15 sampai 16 tahun,” katanya.

Ulfa menambahkan, tidak seluruh pasien menjalani operasi pertama. Beberapa peserta merupakan pasien yang sebelumnya telah menjalani tindakan operasi dan kini membutuhkan tahap lanjutan.

Beberapa pasien merupakan operasi kedua. Sedangkan pasien baru menjalani operasi khusus bibir atau labioplasti,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan bakti sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan operasi bibir sumbing namun terkendala biaya maupun akses terhadap fasilitas kesehatan yang memiliki tenaga ahli.

Sementara itu, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra mengatakan bakti sosial operasi bibir sumbing merupakan bagian dari berbagai kegiatan sosial yang digelar Polres Purworejo dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

Selain operasi bibir sumbing gratis, pihaknya juga melaksanakan sejumlah program kesehatan lainnya, termasuk kegiatan penelusuran atau tracing penyakit tuberkulosis (TBC) yang saat ini tengah berjalan.

Ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara. Selain operasi bibir sumbing, ada juga kegiatan tracing TBC yang saat ini sedang kami laksanakan,” kata Windy.

Ia menegaskan, Polres Purworejo tidak menetapkan target jumlah peserta dalam kegiatan tersebut. Pendaftaran dibuka secara terbuka melalui pemerintah desa sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh kesempatan mendapatkan layanan operasi secara gratis.

Kami sebenarnya tidak menargetkan jumlah peserta. Sampai hari ini yang mendaftar melalui kepala desa ada 17 pasien. Ke depan, apabila masih ada masyarakat yang membutuhkan, kegiatan seperti ini akan kami upayakan kembali,” ujarnya.

Menurut Windy, dipilihnya operasi bibir sumbing sebagai salah satu bentuk bakti sosial karena masih ditemukan masyarakat yang membutuhkan penanganan medis tersebut di wilayah Purworejo.

Selain itu, daerah ini didukung fasilitas rumah sakit yang memadai serta tenaga medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Jember yang siap memberikan pelayanan.

Di sini ada pasien yang membutuhkan, fasilitas rumah sakit juga mendukung, pemerintah daerah memberikan dukungan, dan Fakultas Kedokteran Universitas Jember ikut menyiapkan tim medis. Kolaborasi ini yang membuat kegiatan bisa terlaksana,” ungkapnya. (P24-byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.