Kesehatan

Vita Ervina Soroti Fire Walk dalam Pelatihan Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan: Penguatan Karakter Harus Sejalan dengan Keselamatan

1
×

Vita Ervina Soroti Fire Walk dalam Pelatihan Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan: Penguatan Karakter Harus Sejalan dengan Keselamatan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IX DPR RI, Vita ervina SE, MBA
Anggota Komisi IX DPR RI, Vita ervina SE, MBA

MAGELANG, purworejo24.com – Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina menyoroti kegiatan fire walk atau berjalan di atas bara api yang menjadi salah satu metode pembentukan karakter bagi calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan.

Vita menghargai upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam membangun keberanian, fokus, daya juang, dan kepercayaan diri para calon pegawainya. Menurutnya, nilai-nilai tersebut memang penting untuk mendukung tugas insan BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadapi tantangan pelayanan dan memberikan perlindungan kepada jutaan pekerja Indonesia.

Namun, ia mengingatkan agar penguatan mental dan karakter tidak mengesampingkan prinsip keselamatan dan manajemen risiko.

Pembentukan mental yang tangguh tidak boleh mengesampingkan prinsip dasar yang justru menjadi ruh BPJS Ketenagakerjaan, yaitu budaya keselamatan dan manajemen risiko,” ujar Vita dalam pernyataannya.

Menurut Vita, sebagai institusi yang memiliki tugas memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan risiko kerja dan perlindungan pekerja, BPJS Ketenagakerjaan perlu menjadi teladan dalam penerapan standar keselamatan.

Prinsip tersebut, kata dia, seharusnya tidak hanya diterapkan dalam pelayanan kepada peserta, tetapi juga dalam seluruh aktivitas internal institusi, termasuk pendidikan dan pelatihan bagi calon pegawai.

Vita menegaskan, hal yang perlu menjadi perhatian bukan hanya mengenai metode pelatihan yang digunakan, melainkan sejauh mana metode tersebut relevan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi calon pegawai dalam menjalankan pelayanan publik.

Menurutnya, keberhasilan seorang calon pegawai tidak semestinya diukur dari keberanian melakukan aktivitas yang menantang secara fisik. Lebih dari itu, mental tangguh harus tercermin dalam integritas ketika mengemban amanah, profesionalisme dalam bekerja, empati kepada peserta, serta kemampuan memberikan pelayanan yang cepat dan berkualitas.

Ukuran keberhasilan calon pegawai tidak ditentukan oleh keberanian melewati bara api, tetapi oleh integritas dalam mengelola amanah, profesionalisme dalam bekerja, empati terhadap peserta, kecepatan dan kualitas pelayanan,” tegasnya.

Vita juga mengingatkan bahwa tugas utama insan BPJS Ketenagakerjaan adalah memastikan pekerja mendapatkan hak perlindungan melalui berbagai program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Program tersebut meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Karena itu, pengembangan sumber daya manusia di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan menurut Vita perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas yang benar-benar mendukung pelaksanaan tugas tersebut.

Sebagai mitra pengawas, Komisi IX DPR RI, lanjut Vita, mendukung berbagai inovasi dalam pengembangan sumber daya manusia sepanjang dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi, memiliki manfaat yang terukur, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah institusi publik tidak hanya dibangun melalui simbol keberanian, tetapi melalui budaya kerja yang profesional, berintegritas, mengutamakan keselamatan, dan konsisten menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Vita menilai, mental tangguh bagi insan BPJS Ketenagakerjaan pada akhirnya harus dibuktikan melalui kualitas kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, keberanian dalam pelatihan tidak berhenti sebagai pengalaman simbolik, tetapi diterjemahkan menjadi keberanian untuk mengambil keputusan secara profesional, menghadapi persoalan peserta, mengelola risiko, serta memastikan pekerja mendapatkan perlindungan sesuai haknya.

Itulah ukuran sesungguhnya dari mental tangguh seorang insan BPJS Ketenagakerjaan dan fondasi untuk menjaga kepercayaan publik,” pungkas Vita. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.