MAGELANG, purworejo24.com – Dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa SMP Negeri 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, setelah mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trenten mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Jawa Tengah VI, Vita Ervina, S.E., M.B.A.
Vita menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan meminta seluruh pihak bergerak cepat untuk memastikan kondisi para siswa sekaligus mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan.
Pernyataan itu disampaikan Vita kepada awak media di Vita Ervina Center, Jumat (7/8/2026).
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan program pemerintah,” ujar Vita.
Menurut Vita, terdapat sejumlah hal penting yang harus menjadi perhatian bersama. Pertama, ia mendoakan agar seluruh siswa yang sedang menjalani perawatan segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Ia juga meminta agar seluruh biaya penanganan medis siswa yang terdampak dipastikan menjadi tanggung jawab pemerintah sehingga tidak menambah beban keluarga.
“Jangan sampai keluarga yang anaknya menjadi korban justru harus menanggung beban biaya penanganan medis,” tegasnya.
Vita selanjutnya meminta Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Kesehatan, BPOM, serta Pemerintah Daerah segera melakukan investigasi secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kejadian.
Menurutnya, pemeriksaan tidak boleh berhenti pada makanan yang telah dikonsumsi siswa. Penelusuran harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas dan keamanan bahan baku, proses pengolahan di dapur SPPG, kebersihan dan higienitas, penyimpanan, pengendalian suhu, distribusi, hingga penyajian makanan kepada siswa.
Hasil pemeriksaan laboratorium, kata Vita, juga penting disampaikan secara transparan kepada masyarakat setelah proses pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur.
“Pemeriksaan harus mencakup kualitas bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga penyajian makanan. Hasil pemeriksaan laboratorium harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi,” katanya.
Vita menilai keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam penanganan kejadian tersebut. Dengan adanya hasil pemeriksaan yang jelas dan berbasis bukti, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Selain investigasi, Vita meminta agar standar keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG benar-benar dipastikan berjalan di lapangan.
Apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya kelalaian atau pelanggaran terhadap standar keamanan pangan maupun prosedur operasional, ia meminta pihak yang terbukti bertanggung jawab diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan.
“Program yang menyangkut konsumsi anak-anak tidak boleh memberi ruang sedikit pun terhadap kompromi dalam aspek keamanan pangan,” tegasnya.
Menurut Vita, kejadian di SMP Negeri 3 Candimulyo harus menjadi momentum untuk mengevaluasi tata kelola MBG secara menyeluruh. Pengawasan, kata dia, tidak cukup dilakukan hanya ketika sebuah SPPG mulai beroperasi, tetapi harus dilaksanakan secara berkala dan berlapis.
Pengawasan tersebut mencakup pemilihan bahan pangan, kebersihan dapur, kompetensi petugas pengolah makanan, pengendalian suhu, ketepatan waktu distribusi, hingga mekanisme pelaporan dan penanganan apabila terjadi kejadian luar biasa.
“Pengawasan tidak boleh hanya dilakukan saat awal operasional, tetapi harus berlangsung secara berkala dan berlapis,” terang Vita.
Sebagai Anggota Komisi IX DPR RI yang memiliki fungsi pengawasan di bidang kesehatan, Vita mengatakan akan mendorong BGN, Kementerian Kesehatan, BPOM, dan seluruh pihak terkait memberikan penjelasan secara komprehensif mengenai kejadian tersebut.
Ia juga mendorong agar langkah perbaikan segera dilakukan sehingga kejadian serupa dapat dicegah dan tidak terjadi di daerah lain.
“Sebagai Anggota Komisi IX DPR RI yang memiliki fungsi pengawasan di bidang kesehatan, saya akan mendorong BGN, Kementerian Kesehatan, BPOM, dan seluruh pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara komprehensif serta memastikan langkah-langkah perbaikan segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di daerah lain,” imbuhnya.
Vita menegaskan, Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi besar negara dalam meningkatkan kualitas gizi sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia di masa depan.
Karena itu, keberhasilan MBG menurutnya tidak semata-mata diukur dari seberapa banyak makanan yang dapat disalurkan kepada peserta didik. Lebih dari itu, program tersebut harus mampu memastikan setiap makanan yang diterima anak-anak aman dikonsumsi, sehat, bergizi, dan memenuhi standar keamanan pangan.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi besar negara untuk meningkatkan kualitas gizi dan masa depan generasi Indonesia. Karena itu, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari banyaknya makanan yang dibagikan, tetapi juga dari jaminan bahwa setiap makanan yang diterima anak-anak benar-benar aman, sehat, dan memenuhi standar keamanan pangan,” pungkasnya.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









