PURWOREJO, purworejo24.com – Ketersediaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Purworejo dipastikan dalam kondisi aman.
Hingga awal Maret 2026, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkukmp) Kabupaten Purworejo menyebut belum ada laporan kelangkaan maupun lonjakan harga yang signifikan di lapangan.
Kepala Bidang Perdagangan dan Bina Metrologi (Perbamet) Dinkukmp Purworejo, Wakhidun, mengatakan distribusi elpiji bersubsidi sejauh ini berjalan lancar.
Berdasarkan laporan agen, realisasi penyaluran elpiji 3 kg pada Januari 2026 tercatat sebanyak 403.160 tabung, sementara pada Februari 2026 sebanyak 363.200 tabung.
“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada laporan kelangkaan. Distribusi lancar. Data yang kami sampaikan ini berdasarkan laporan triwulanan dari agen ke Dinas Perdagangan, dan untuk tahun 2026 baru sampai Februari,” jelasnya, pada Rabu (4/3/2026).
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri, Dinkukmp telah mengusulkan tambahan kuota fakultatif sebesar 113.040 tabung khusus untuk Maret 2026.
Langkah ini diambil sebagai upaya preventif agar masyarakat tetap mendapatkan pasokan elpiji dengan mudah.
“Insyaallah kebutuhan elpiji menjelang Lebaran aman. Tambahan kuota sudah kami usulkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan,” imbuhnya.
Di Kabupaten Purworejo saat ini terdapat 19 agen elpiji 3 kg. Masing-masing agen memiliki jumlah pangkalan yang bervariasi, rata-rata lebih dari 20 pangkalan per agen.
Beberapa agen melayani lebih dari satu kecamatan, sementara lainnya fokus pada satu wilayah tertentu.
Selain pangkalan resmi, warung-warung di desa juga diperbolehkan menjadi pengecer, sehingga akses masyarakat terhadap elpiji semakin mudah.
Terkait harga, Wakhidun menyampaikan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg di Purworejo berada pada kisaran Rp19.000 hingga Rp20.000 per tabung.
Harga dari distributor ke pangkalan sekitar Rp15.000-an, meskipun bisa sedikit berbeda antaragen.
“Kalau ada kenaikan, biasanya hanya sampai Rp21.000 atau Rp22.000 per tabung. Sampai Rp25.000 sejauh ini belum pernah ada laporan,” tegasnya.
Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir, pasokan terpantau melimpah. Sejumlah pengecer menawarkan harga Rp18.000 per tabung, bahkan memasang spanduk promosi di pinggir jalan.
Dinkukmp juga memastikan tidak ada praktik penimbunan. Pengawasan rutin terus dilakukan untuk menjaga stabilitas distribusi dan harga di lapangan.
Sebagai bentuk pengawasan terpadu, pada 11 Maret 2026 mendatang, Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama Bupati dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan melakukan monitoring harga dan distribusi.
Pemantauan akan dilakukan di pasar, distributor, agen, SPBU, hingga SPBE.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa pasokan elpiji 3 kg tetap tersedia dan harga tetap terkendali, khususnya menjelang momen Lebaran yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha kecil. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







