PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jawa Tengah akan melaksanakan Paket Preservasi Jalan Kebumen–Purworejo–Karangnongko Batas DIY pada tahun 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp158.143.700.000.
Paket pekerjaan ini mencakup penanganan jalan nasional sepanjang 17 kilometer yang dikerjakan secara bertahap dan berbasis titik kerusakan (spot-spot).
Koordinator Lapangan (Korlap) PPK 2.5 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Jawa Tengah, Suwarno, ST, menjelaskan bahwa ruas yang ditangani membentang dari batas DIY hingga batas Banyumas, melintasi wilayah Purworejo, Kutoarjo, Kebumen, Gombong, dan sekitarnya.
Proyek ini merupakan paket rekonstruksi berskala besar dengan masa pelaksanaan 540 hari kalender dan bersifat multi years.
“Untuk wilayah Purworejo sendiri, penanganan sekitar 4 kilometer. Sisanya berada di wilayah Kebumen, dengan prioritas pada titik-titik kerusakan paling parah,” jelas Suwarno, pada Jumat (20/2/2026).
Di Kabupaten Purworejo, pekerjaan akan dilaksanakan di beberapa titik, antara lain ruas Pasar Krendetan hingga Jembatan Bogowonto, Simpang Pendowo sampai sebelum Pringsewu, serta Cengkawak hingga depan Kantor PPK 2.5.
Selain itu, terdapat penanganan tingkat rayon di Lingkar Purworejo serta penyesuaian pekerjaan di wilayah Bayan yang akan disambungkan dengan betonisasi di sisi timur jembatan.
Pada ruas-ruas tersebut, jalan akan direkonstruksi dengan rigid pavement (beton) selebar 11 meter lengkap dengan bahu jalan.
Tak hanya perkerasan, pekerjaan juga meliputi pemasangan rambu lalu lintas, patok pengarah, marka jalan, serta berbagai bangunan pelengkap jalan lainnya.
Sementara itu, untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri, pihak pelaksana fokus pada penanganan rutin, seperti penutupan lubang jalan menggunakan metode penambalan standar agar kondisi jalan tetap aman dan nyaman dilalui pemudik.
“Saat ini pekerjaan rutin dilakukan di wilayah Wojo dan Bayan untuk persiapan Lebaran. Untuk pekerjaan fisik besar seperti rigid beton, pelaksanaannya dilakukan setelah Lebaran,” tambahnya.
Di wilayah Kebumen, pekerjaan preservasi akan dilaksanakan di ruas Gebang Besar hingga Pasar Prembun, dilanjutkan Sruweng sampai Candisari, serta Wero hingga Jembatan Kebebekan di Kota Gombong. Total panjang penanganan dari seluruh paket mencapai 17 kilometer.
Suwarno menegaskan, menjelang Lebaran seluruh pekerjaan fisik yang memakan badan jalan akan dihentikan paling lambat H-15 Idul Fitri, kecuali dalam kondisi darurat.
Aktivitas ringan seperti pembersihan bahu jalan dan drainase tetap diperbolehkan.
Ia berharap, dengan pelebaran dan peningkatan kualitas jalan nasional tersebut, kapasitas lalu lintas akan meningkat sehingga perjalanan menjadi lebih lancar, terutama bagi kendaraan berat.
“Harapannya, setelah jalan diperlebar, tidak ada lagi antrean panjang saat mendahului truk besar. Arus lalu lintas lancar, ekonomi di sekitar jalan nasional juga akan tumbuh,” ujarnya.
Sebagai jalan nasional, Suwarno menegaskan bahwa kondisi jalan harus selalu dalam keadaan mantap. Bahkan jika ditemukan lubang, penanganan maksimal dilakukan dalam waktu 2×24 jam sebagai bentuk pelayanan koridor utama.
Kepada masyarakat dan pengguna jalan, pihaknya mengimbau agar bersabar selama proses pekerjaan berlangsung, khususnya saat diberlakukan sistem buka tutup lalu lintas pada pekerjaan rigid beton nanti.
“Jika nanti ada buka tutup per 5 atau 10 menit, kami mohon pengertian pengguna jalan agar tertib dan tidak saling menyerobot. Semua ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama, dan hasilnya nanti akan dinikmati masyarakat sepenuhnya,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









