PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo terus mematangkan pengembangan kawasan Hotel Ganesha Purworejo, termasuk penyediaan lahan parkir yang menjadi bagian penting dalam master plan pembangunan hotel milik daerah tersebut.
Salah satu rencana yang mencuat adalah pemanfaatan area SDN Sebomenggalan sebagai perluasan lahan parkir, yang dibarengi dengan wacana relokasi sekolah.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim, melalui Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Edi Nur Widyoko, menjelaskan bahwa dalam perencanaan awal pembangunan Hotel Ganesha telah disepakati adanya sejumlah fasilitas penunjang, salah satunya lahan parkir.
“Lahan parkir yang ada saat ini baru sekitar separuh, luasnya kurang lebih 2.000 meter persegi. Jika ditambah area SDN Sebomenggalan, totalnya bisa mencapai sekitar 3.000 meter persegi,” jelas Edi, pada Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan, rencana tersebut bukan hal baru. Sejak master plan disusun, pembahasan telah dilakukan lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta pihak sekolah.
Dalam beberapa pertemuan, Disdikbud disebut telah memahami rencana tersebut dan siap menindaklanjuti langkah relokasi.
“Saat ini hotel masih baru akan beroperasi di lantai 1 hingga lantai 3, sehingga kebutuhan parkir masih bisa ditopang oleh lahan yang sudah tersedia. Perluasan parkir baru akan sangat dibutuhkan jika pembangunan dilanjutkan ke lantai 4 dan 5,” imbuhnya.
Sementara itu, Bangun Erlangga Ibrahim menjelaskan bahwa hingga akhir tahun 2025, pembangunan fisik Hotel Ganesha telah rampung sampai tahap ketiga. Pada tahap tersebut, infrastruktur dasar untuk 40 kamar telah siap, meski sejumlah fasilitas pendukung seperti perlengkapan kamar, kantor, dan dapur masih dalam proses persiapan.
Saat ini, Pemkab Purworejo tengah menyiapkan skema kerja sama pemanfaatan hotel melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Pihak Ketiga (KSP).
Proses tersebut melibatkan tim khusus yang dibentuk oleh Bupati dan akan berjalan sesuai ketentuan serta regulasi yang berlaku.
“Kami berharap tidak hanya mendapatkan operator, tetapi juga investor yang bersedia membantu menyelesaikan pembangunan hotel secara menyeluruh. Proses peminatan nantinya akan diumumkan secara terbuka melalui media nasional,” ujar Bangun.
Ia menargetkan proses KSP dapat diselesaikan pada pertengahan tahun ini, sehingga Hotel Ganesha dapat segera beroperasi optimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
Terkait relokasi SDN Sebomenggalan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, membenarkan adanya rencana pemindahan sekolah tersebut.
Menurutnya, telah disiapkan tiga alternatif lokasi relokasi.
“Alternatif pertama bersebelahan dengan SDN Kepatihan. Alternatif lainnya berada di Kampung Sumurdowo, Kelurahan Purworejo, yaitu di lokasi TPS yang ada sekarang dan satu lokasi di seberangnya,” jelas Yudhie.
Ia menegaskan, setelah penentuan lokasi (penlok), tahapan berikutnya adalah penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Jika berjalan sesuai rencana, pembangunan sekolah baru paling cepat dilakukan pada tahun 2027 melalui APBD murni.
“Paling cepat pindah tahun 2028, sehingga KBM saat ini masih berlangsung normal di lokasi lama. Kami berharap proses ini berjalan lancar dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar, termasuk saat penerimaan peserta didik baru,” tandasnya.
Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi lintas OPD, Pemkab Purworejo berharap pengembangan Hotel Ganesha dan relokasi SDN Sebomenggalan dapat berjalan beriringan, demi kepentingan layanan publik dan pembangunan daerah. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








