Kesehatan

Kasus DBD Tewaskan Warga, Dinkesda Purworejo Perketat PSN di Desa Lubang Dukuh

31
×

Kasus DBD Tewaskan Warga, Dinkesda Purworejo Perketat PSN di Desa Lubang Dukuh

Sebarkan artikel ini
Petugas saat melakukan PE serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa
Petugas saat melakukan PE serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa

PURWOREJO, purworejo24.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Purworejo. Seorang warga Desa Lubang Dukuh, Kecamatan Butuh, dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo bergerak cepat dengan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara menyeluruh di wilayah terdampak.

Laporan kematian pasien DBD diterima Dinkesda Purworejo dari RS Palang Biru Kutoarjo pada Rabu (28/1/2026). Sehari setelahnya, Tim Gerak Cepat (TGC) Dinkesda bersama Puskesmas Butuh langsung turun ke lapangan untuk melakukan PE serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Lubang Dukuh.

Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, menyampaikan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan masih ditemukannya jentik nyamuk di lingkungan sekitar rumah korban.

Kondisi tersebut mengindikasikan lemahnya pengendalian vektor serta tingginya potensi penularan DBD di wilayah tersebut.

Temuan jentik ini menjadi sinyal bahaya. Artinya, penularan DBD sangat mungkin terjadi apabila PSN tidak dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” ujar dr. Sudarmi, pada Kamis (5/3/2026).

Sebagai langkah tindak lanjut, pada Selasa (3/2/2026), Dinkesda Purworejo bersama Puskesmas Butuh menggelar PSN 3M Plus secara serentak di seluruh wilayah Desa Lubang Dukuh dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah desa. Namun demikian, hasil evaluasi menunjukkan kondisi lingkungan masih belum aman.

Berdasarkan hasil penilaian Angka Bebas Jentik (ABJ), Desa Lubang Dukuh hanya mencapai 76 persen. Angka tersebut masih jauh di bawah standar aman pengendalian DBD, yaitu di atas 95 persen.

Dengan ABJ 76 persen, wilayah ini masih sangat rawan. Jika masyarakat lengah, bukan tidak mungkin kasus serupa kembali terjadi,” lanjutnya.

Dinkesda Purworejo memastikan upaya pencegahan akan terus diperkuat, antara lain melalui pelaksanaan PSN 3M Plus secara rutin minimal satu kali dalam sepekan, peningkatan edukasi kesehatan kepada masyarakat, pemeriksaan dini bagi warga yang mengalami gejala DBD, serta pemantauan ketat terhadap potensi munculnya kasus baru.

Dr. Sudarmi menegaskan bahwa pencegahan DBD bukan semata menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Ia mengajak warga untuk menerapkan gerakan 1 Rumah 1 Jumantik serta membiasakan PSN 3M Plus sebagai langkah paling efektif memutus mata rantai penularan.

DBD bukan penyakit biasa. Sudah ada korban jiwa. Jangan menunggu ada kasus baru baru bergerak,” tegasnya.

Dinkesda Purworejo juga mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami demam tinggi, nyeri kepala, atau gejala lain yang mengarah pada DBD, guna mendapatkan penanganan sejak dini dan mencegah risiko fatal. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.