PURWOREJO, purworejo24.com – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim, menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang terjadi usai pertandingan Liga 4 di Stadion Sarwo Edhie Wibowo.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus dijadikan pengalaman dan bahan evaluasi penting bagi seluruh pihak terkait.
Menurut Erlangga, penyelenggaraan Liga 4 di Stadion Sarwo Edhie Wibowo sejatinya merupakan kebanggaan bagi masyarakat Purworejo. Kepercayaan menjadikan stadion tersebut sebagai venue pertandingan resmi menunjukkan bahwa fasilitas yang dimiliki dinilai layak dan memenuhi standar untuk menggelar event sepak bola tingkat kompetisi.
“Ini adalah event yang dibanggakan masyarakat Purworejo. Digunakannya Stadion Sarwo Edhie Wibowo untuk Liga 4 menjadi bukti bahwa stadion kita dinilai layak untuk menyelenggarakan pertandingan sepak bola,” ujarnya, pada Kamis (5/2/2026).
Pada musim kompetisi ini, Stadion Sarwo Edhie Wibowo digunakan sebagai kandang dua tim, yakni ISP Purworejo sebagai tim kebanggaan daerah serta Persak Kebumen.
Penggunaan stadion oleh Persak Kebumen, lanjut Erlangga, merupakan bentuk dukungan karena stadion mereka masih dalam proses renovasi, sekaligus wujud komitmen mendukung kemajuan sepak bola nasional.
Namun demikian, sejak awal Dinporapar telah menekankan kepada panitia penyelenggara agar aspek keamanan, kenyamanan, dan ketertiban menjadi prioritas utama. Seluruh rangkaian pertandingan juga diminta tetap mengacu pada regulasi yang berlaku serta rekomendasi pengamanan dari Polda Jawa Tengah.
“Insiden kemarin menjadi pelajaran penting. Kami mengimbau penyelenggara untuk terus meningkatkan kinerjanya agar tidak hanya sukses dari sisi pertandingan, tetapi juga mampu menjaga fasilitas stadion sebagai legacy bersama,” tegasnya.
Erlangga juga mengajak seluruh pihak, mulai dari panitia, tim yang bertanding, hingga para suporter, untuk bersama-sama menjaga fasilitas stadion. Ia menekankan pentingnya edukasi kepada suporter agar mematuhi aturan pertandingan, termasuk ketentuan bahwa dukungan hanya diberikan oleh suporter tuan rumah demi menjaga kondusivitas dan meringankan tugas aparat keamanan.
“Jangan sampai olahraga yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan kompetisi sehat justru ternodai oleh insiden yang tidak perlu,” katanya.
Pasca kejadian, Dinporapar Purworejo langsung melakukan pengecekan ke lokasi stadion. Dari hasil peninjauan, ditemukan beberapa kerusakan ringan, salah satunya pada pintu tribun sisi selatan akibat desakan penonton saat meninggalkan stadion.
Kerusakan tersebut telah dikoordinasikan dengan panitia penyelenggara dan menjadi tanggung jawab panitia sesuai dengan komitmen penggunaan stadion.
“Alhamdulillah panitia merespons dengan baik dan bertanggung jawab. Kami pastikan perbaikan segera dilakukan sebelum pertandingan berikutnya,” imbuh Erlangga.
Ke depan, Dinporapar Purworejo berencana mengajukan peningkatan sistem pengamanan serta sarana dan prasarana stadion secara bertahap. Upaya tersebut meliputi penambahan sumber daya manusia (SDM) kebersihan dan pengelola venue, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Selain itu, sejumlah rekomendasi hasil asesmen dari Polda Jawa Tengah juga akan disampaikan kepada pimpinan daerah untuk ditindaklanjuti.
Di akhir pernyataannya, Erlangga mengajak seluruh masyarakat Purworejo untuk turut menjaga Stadion Sarwo Edhie Wibowo sebagai aset dan kebanggaan bersama.
“Menjaga stadion bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari jaga kebersihan, ketertiban, patuhi aturan, dan saling menghargai agar stadion ini dapat terus dimanfaatkan dan dinikmati oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









