PURWOREJO, purworejo24.com – Gelaran akbar Borobudur Indonesia Expo 2025 resmi dibuka di Kabupaten Purworejo pada Kamis (7/8/2025) dan akan berlangsung hingga Minggu (10/8/2025).
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Pendopo Agung Kabupaten Purworejo ini dibuka secara simbolis melalui pemukulan gong dan pemotongan pita oleh Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Koperasi dan UKM, Temmy Satya Permana, didampingi Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, Kabid Bina Usaha dan Pemasaran Dinkop UKM Jateng Jani Sugijarti, dan Kepala Dinas KUKMP Purworejo Ir. Hadi Pranoto.
Acara pembukaan berlangsung semarak dengan penampilan tari tradisional khas Purworejo dan fashion show dari para pelaku ekonomi kreatif lokal.
Tercatat sebanyak 147 stand UMKM turut serta meramaikan expo kali ini, yang menghadirkan berbagai produk unggulan dari wilayah Purworejo dan sekitarnya.
Kepala Dinas KUKMP Purworejo, Ir. Hadi Pranoto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Borobudur Indonesia Expo 2025 merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Purworejo dan Kementerian Koperasi dan UKM.
“Ini berawal dari komunikasi intens Ibu Bupati dengan kementerian sekitar tiga hingga empat bulan lalu. Alhamdulillah, langsung direspon positif. Meski anggaran terbatas, kami diminta kreatif mencari dukungan pusat, dan hari ini kita panen hasilnya,” ujar Hadi.
Hadi juga menambahkan bahwa expo ini menjadi bagian dari slogan daerah “Tresno Purworejo, Larisi Purworejo”, yang bertujuan menggerakkan ekonomi lokal dengan mengedepankan kecintaan pada produk daerah sendiri.
Dalam kesempatan yang sama, Jani Sugijarti dari Dinkop UKM Provinsi Jateng menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kali ketiga dilaksanakan dan menjadi bentuk komitmen tiga daerah penyangga Borobudur Super Destination (BSD) yaitu Kabupaten Purworejo, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang.
“Expo ini bukan hanya etalase produk unggulan, tapi juga ajang silaturahmi, memperluas jejaring, serta meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dan ekonomi kreatif,” jelasnya.
Jani berharap kegiatan ini membawa efek berganda bagi sektor-sektor lain seperti transportasi, kuliner, akomodasi, hingga oleh-oleh khas daerah.
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Kecil KemenKopUKM Temmy Satya Permana menyoroti peran penting UMKM dalam struktur ekonomi nasional.
“UMKM menyumbang 97 persen lapangan kerja dan 60 persen PDB Indonesia. Maka ketika Pemkab Purworejo serius mendukung UMKM, berarti sedang memperkuat tulang punggung ekonomi bangsa,” ungkapnya.
Temmy juga mengapresiasi Kabupaten Purworejo yang dinilai telah berhasil menumbuhkan dan menjaga konsistensi pelaku UMKM di daerahnya. Kementerian UMKM mencatat terdapat 110.484 unit usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kabupaten Purworejo. Ada tiga jenis yang menempati sektor prioritas yakni pariwisata 17,3 persen, kuliner 10,22 persen dan handicraft 4,45 persen.
Namun, Temmy juga mengingatkan tantangan utama yang dihadapi UMKM saat ini adalah masalah pasar dan distribusi. Ia menyebut, meski produk lokal berkualitas, namun masih kalah pamor di platform digital yang kini 90 persen dipenuhi produk impor.
“Oleh karena itu, expo seperti ini menjadi sangat strategis. Kami juga mendorong gerakan penggunaan produk UMKM. Dikami ada ‘Triloka’, yakni tiga hari dalam seminggu ASN wajib menggunakan produk lokal, mulai Rabu, Kamis, dan Jumat. Saya pun hari ini memakai produk lokal dari kepala hingga kaki,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan afirmasi belanja melalui APBN, APBD, dan BUMN sebesar 40 persen untuk produk UMKM, serta menyediakan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp300 triliun tahun ini.
Borobudur Indonesia Expo 2025 juga diharapkan menjadi wadah pengembangan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan, pendampingan, sertifikasi, hingga perlindungan kekayaan intelektual.
“Kami ingin dari sini lahir SDM unggul yang siap bersaing, memperkuat komunitas usaha, dan mampu membawa kesejahteraan masyarakat,” tutup Temmy.
Dengan semangat kolaborasi, gotong royong, dan kecintaan pada produk lokal, Borobudur Indonesia Expo 2025 menjadi momentum penting untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Purworejo dan Jawa Tengah secara lebih luas. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







