Inspirasi

Agus Muzamil, Kades Ngadirejo Dinobatkan sebagai Pendukung Gerakan Zakat Terbaik 2025

322
×

Agus Muzamil, Kades Ngadirejo Dinobatkan sebagai Pendukung Gerakan Zakat Terbaik 2025

Sebarkan artikel ini
Kepaala Desa Ngadirejo bersama Sekdes Ngadirejo foto bersama usai terima penghargaan
Kepaala Desa Ngadirejo bersama Sekdes Ngadirejo foto bersama usai terima penghargaan

KALIGESING, purworejo24.com – Kepala Desa Ngadirejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Agus Muzamil, S.H.L, M.Pd berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Ia menerima penghargaan sebagai Kepala Desa Pendukung Gerakan Zakat Terbaik Tahun 2025 pada ajang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, pada Kamis (28/8/2025).

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Desa Ngadirejo dalam mendukung gerakan zakat berbasis masyarakat.

Desa Ngadirejo dinilai sukses membangun ekosistem zakat yang terintegrasi, mulai dari pengelolaan hingga pemberdayaan.

Melalui pendampingan BAZNAS RI, desa ini mampu menjalankan dua program unggulan yang kini menjadi role model bagi desa lain, yakni Gale Ternak Unggas dan Balai Ternak Domba.

Alhamdulillah, program pendampingan BAZNAS membawa perubahan luar biasa bagi masyarakat desa kami. Dari peternakan yang berjalan, warga bisa mengeluarkan zakat, menyalurkannya ke UPZ desa hingga ke BAZNAS Kabupaten, dan kini tumbuh menjadi gerakan zakat yang nyata di desa,” ujar Agus Muzammil penuh syukur.

Lebih dari sekadar program ekonomi, inisiatif ini telah mengubah wajah sosial masyarakat Desa Ngadirejo. Setiap kali panen ayam, misalnya, lebih dari 15 warga terlibat langsung dalam prosesnya.

Dengan 16 peternak aktif, hampir setiap hari ada aktivitas panen yang menyerap tenaga kerja, khususnya dari kalangan masyarakat kurang mampu.

Alhamdulillah, warga yang sebelumnya tidak bekerja kini bisa mengelola ternak, memiliki penghasilan layak, bahkan anak-anak bisa sekolah, mondok, dan mengaji. Dari mustahik kini mulai berubah menjadi muzakki,” tambahnya.

Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola dengan baik dapat menjadi instrumen efektif dalam mengangkat taraf hidup masyarakat. Tidak hanya dalam aspek finansial, tetapi juga dalam pendidikan, spiritual, hingga pemberdayaan keluarga.

Keberhasilan Desa Ngadirejo juga tidak lepas dari kondisi geografis wilayah pegunungan yang masih memiliki ketersediaan air bersih. Hal ini sangat mendukung keberlangsungan aktivitas peternakan, sekaligus menjamin kualitas hidup warga. Warga desa memanfaatkan potensi alam yang tersedia dengan pendekatan kearifan lokal.

Dengan pengelolaan berbasis kebersamaan dan nilai-nilai agama, program pemberdayaan semakin mudah diterima dan dijalankan secara gotong royong.

Atas pencapaian yang membanggakan tersebut, Agus Muzammil menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS RI yang selama ini mendampingi masyarakat desa.

Kepala Desa Ngadirejo saat menerima penghargaan
Kepala Desa Ngadirejo saat menerima penghargaan

Ia berharap agar pendampingan tersebut terus diperkuat sehingga semakin banyak masyarakat desa yang bisa mandiri.

Program ini benar-benar tepat sasaran. Semoga BAZNAS RI semakin meningkatkan perhatian kepada lapisan bawah, sehingga lebih banyak masyarakat desa yang bisa mandiri dan sejahtera,” harapnya.

Prestasi Desa Ngadirejo ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia dalam membangun gerakan zakat berbasis masyarakat.

Dengan kolaborasi pemerintah desa, masyarakat, dan BAZNAS, zakat bukan hanya sebatas kewajiban agama, tetapi menjadi gerakan sosial-ekonomi yang mampu menciptakan kemandirian dan kesejahteraan umat. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.