PURWOREJO, purworejo24.com – Menteri BPN/ATR, Nusron Wahid, bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral,
Bahlil Lahadalia, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia, Dr.H.Wihaji dan Wakil Mentri Perdagangan, Dyah Roro Esti berkunjung ke Kabupaten Purworejo, pada Senin (10/3/2025).
Dalam kunjungannya, mereka melaksanakan silaturahim dan berkesempatan memberikan simbolis sertifikat tanah wakaf kepada penerima di Pondok Pesantren Daarut Tauhid yang berlokasi di Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Purworejo, dan bertemu dengan pengurus dan kader Golkar di Pendopo Kabupaten Purworejo.
Turut hadir dan mendampingi dalam acara itu ketua DPD Golkar Jawa Tengah, sejumlah anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Golkar, Bupati Purworejo, anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari Fraksi Golkar dan sejumlah OPD terkait.
“Pak mentri itu kan tadi penyerahan simbolis sertifikat wakaf, jadi memang pada waktu PTSL itu ada juga yang sertifikat wakaf, tapi yang ini merupakan produk yang rutin yang didaftarkan oleh KUA dimasing- masing desa/kecamatan yang sudah berkoordinasi dulu dengan Kementrian Agama Kabupaten Purworejo, jadi yang hari ini dibagikan itu ada 22 sertifikat, yang tersebar di beberapa desa/kecamatan, tapi tadi simbolisnya ada 5 yang dibagikan oleh pak Mentri Nusron Wahid,” kata Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Purworejo, Andri Kristanto, saat ditemui disela kegiatan.
Disebutkan secara rinci, 22 sertifikat wakaf yang dibagikan terdiri atas 5 sertifikat wakaf mushola, 9 sertifikat wakaf masjid, 1 sertifikat wakaf majelis keagamaan, 4 sertifikat wakaf lembaga pendidikan islam, 1 sertifikat wakaf pondok pesantren dan 2 sertifikat wakaf TPQ.
Dijelaskan, seluruh tanah wakaf yang ada di Kabupaten Purworejo hingga saat ini belum semuanya tersertifikat, untuk tahun 2025 ini Kemenag mentargetkan 200 tanah wakaf bisa tersertifikat.
“Kemarin kita koordinasi dengan Kemenag, PCNU dan lainya, itu kepala Kemenag mentargetkan 200 tapi kalau bisa saya minta lebih karena disini kan ada 469 desa di Kabupaten Purworejo. Jadi kalau bisa ya lebih dari 200 lah, sebenarnya sudah ada yang jadi sebelumnya, ada 39, lalu 22 dan seterusnya. Dan informasi dari Kemenag itu sebentar lagi akan masuk 35 pemohon dari beberapa desa/kecamatan yang mendaftarkan sertifikat wakafnya,” jelasnya.
Bahlil Lahadalia, saat ditemui disela kunjunganya menjelaskan selain Safari Ramadhan, juga terkait dengan kegaduhan di Pertamina, ia ingin menjamin passokan Pertamina bisa berjalan dengan baik didaerah dan kualitas BBM yang di jual ke masyarakat sesuai dengan standar.
“Saya selaku Menteri ESDM akan memastikan dan menjamin Pertamina akan berjalan dengan baik dan untuk kualitas BBM yang akan di distribusikan ke seluruh masyarakat Indonesia akan sesuai dengan standar yang di terapkan,” jelasnya.
Usai berkunjung di Purworejo, Bahlil bersama rombongan akan melanjutkan Safari Ramadan ke Madrasah Muallimin Muhammadiyah di Yogyakarta.
Sementara itu bupati Purworejo, Hj Yuli Hastuti, bersama ketua harian DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo, Kelik Susilo Ardani, mengatakan, kehadian dua mentri yang menjadi pengurus DPP Partai Golkar itu datang ke Purworejo dalam rangka Safari Ramadhan, salah satunya di DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo.
“Tadi hanya silaturahim, kangen- kangenan saja, tidak ada pesan khusus, hanya titip pesan kepada kita semua harus dekat dengan masyarakat, semoga dengan hadirnya pak Mentri ini kita tetap bisa sambung silaturahim dengan kami- kami disini dan suatu saat kita juga akan silaturahim kesana,” katanya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







