PURWOREJO, purworejo24.com — Sekitar 100 peserta dari berbagai organisasi sayap perempuan partai politik menghadiri kegiatan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Purworejo yang digelar di Joglo Dargo, pada Sabtu (18/4/3026).
Kegiatan ini menjadi momentum memperingati Hari Kartini sekaligus memperkuat peran perempuan dalam dunia politik dan pembangunan daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Purworejo Tri Wahyuni Wulansari, Wakil Ketua DPRD sekaligus Sekretaris KPPI Purworejo Estri Utami Setyowati, Ketua KPPI Purworejo Ajeng Dewi Purnamasari, Kepala Kesbangpol Puguh Trihatmoko, serta narasumber Nyai Fauziah Laily Wasul.
Ketua KPPI Purworejo, Ajeng Dewi Purnamasari, menegaskan bahwa dunia politik bukanlah ruang yang kotor dan keras bagi perempuan, melainkan ladang pengabdian. Hal ini sejalan dengan semangat Raden Ajeng Kartini yang terus diperjuangkan hingga kini.
“Sesuai tema dan dresscode hari ini, kita berkumpul dalam semangat memperingati kelahiran RA Kartini. Beliau bukan sekadar tokoh berkebaya, melainkan pelopor yang berani berpikir melampaui zamannya,” ujar Ajeng.
Menurutnya, perjuangan Kartini membuka jalan bagi perempuan untuk memperoleh pendidikan, menyampaikan pendapat, dan menentukan masa depan. Semangat tersebut kini dilanjutkan KPPI dengan mendorong perempuan agar suaranya didengar di berbagai forum strategis, termasuk parlemen.
“Jika dulu Kartini berjuang agar perempuan bisa membaca, maka hari ini kita berjuang agar suara perempuan—baik ibu, buruh, maupun petani—didengar dalam pengambilan keputusan,” tegasnya.
Ajeng juga mengajak perempuan untuk berani terlibat aktif dalam politik dan organisasi, serta menjaga integritas dalam setiap langkah.
Senada dengan itu, Sekretaris KPPI Purworejo Estri Utami Setyowati mengajak seluruh anggota untuk terus belajar, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata sesuai bidang masing-masing.
“Kita mungkin berbeda latar belakang, tetapi memiliki tujuan yang sama. Dengan semangat Kartini, mari kita ambil bagian dalam pembangunan dan menjadi subjek, bukan sekadar objek pembangunan,” kata Estri.
Ia juga menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan pilihan politik. Menurutnya, dinamika politik adalah hal yang wajar, namun setelahnya seluruh elemen harus bersatu demi kemajuan daerah.
“Perbedaan itu biasa, tetapi ketika saatnya membangun, kita harus menanggalkan ego dan bersatu untuk Purworejo yang lebih baik,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Purworejo melalui Staf Ahli Tri Wahyuni Wulansari berharap KPPI dapat terus menjadi wadah peningkatan kapasitas perempuan dalam berpolitik.
Ia mendorong anggota KPPI untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring, serta aktif mengambil peran di tengah masyarakat.
Upaya ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam mendorong pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari visi Purworejo Berseri (Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif).
Melalui kegiatan ini, KPPI Purworejo diharapkan mampu melahirkan perempuan-perempuan tangguh yang tidak hanya berkiprah di ranah politik, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








