KesehatanPolitik

Generasi Terancam, Vita Ervina Tekankan Urgensi Pengendalian Mikroplastik dan Logam Berat

19
×

Generasi Terancam, Vita Ervina Tekankan Urgensi Pengendalian Mikroplastik dan Logam Berat

Sebarkan artikel ini
Vita Ervina
Vita Ervina

 

Jakarta, purworejo24.com — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Vita Ervina, menegaskan bahwa paparan mikroplastik dan logam berat seperti timbal terhadap anak-anak Indonesia telah memasuki fase darurat dan tidak bisa lagi dianggap sepele.

Peringatan ini diperkuat oleh temuan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang menunjukkan adanya mikroplastik dalam mekonium atau tinja pertama bayi baru lahir.

Hal ini menandakan bahwa paparan zat berbahaya sudah terjadi sejak dalam kandungan melalui plasenta.

Ancaman kesehatan kini tidak hanya berasal dari lingkungan luar, tetapi sudah masuk ke dalam sistem biologis manusia sejak fase paling awal kehidupan,” ujar Vita, Jumat (10/4/2026).

Sejumlah studi global mencatat, manusia dapat terpapar mikroplastik hingga sekitar 15 gram per bulan. Sementara itu, satu dari tiga anak di dunia berisiko memiliki kadar timbal dalam darah di atas ambang batas aman.

Kondisi ini dinilai berbahaya karena dapat mengganggu sistem saraf pusat anak, menurunkan kecerdasan, memicu gangguan perilaku, hingga menghambat tumbuh kembang secara permanen.

Vita menyoroti bahwa sumber paparan kerap berasal dari lingkungan terdekat dan aktivitas sehari-hari, seperti penggunaan wadah plastik untuk memanaskan makanan, botol susu yang terpapar suhu tinggi, mainan anak yang tidak memenuhi standar, hingga cat dinding yang mengandung timbal.

Selain itu, paparan juga dapat berasal dari debu, udara, dan aktivitas ekonomi informal seperti daur ulang aki bekas yang tidak terkontrol.

Menurutnya, kondisi ini menuntut peran negara yang lebih tegas, terutama dalam upaya pencegahan sejak dini.

Edukasi bagi ibu hamil perlu diperluas, disertai pengawasan ketat terhadap produk bayi dan anak di pasaran, serta pembatasan penggunaan plastik berisiko tinggi.

Di sisi layanan kesehatan, Vita menekankan pentingnya penguatan fasilitas seperti puskesmas untuk melakukan deteksi dini paparan lingkungan, termasuk skrining risiko timbal dan gangguan tumbuh kembang.

Tenaga kesehatan juga perlu dibekali kemampuan untuk menangani dampak paparan secara komprehensif.

Ia juga mendorong penguatan regulasi dan pengawasan industri, termasuk pengetatan batas kandungan bahan berbahaya dalam produk konsumen serta penertiban aktivitas yang berpotensi mencemari lingkungan.

Kolaborasi lintas sektor dinilai penting, termasuk pembentukan satuan tugas nasional khusus penanganan mikroplastik dan logam berat.

Ini bukan sekadar isu lingkungan, tetapi menyangkut masa depan bangsa. Negara harus hadir dengan kebijakan yang konkret, terukur, dan berpihak pada kesehatan anak Indonesia,” tegas Vita. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.