Pemerintahan

Maksimalkan Potensi Pertanjan, Vita Ervina bersama Kementan Ajak KWT Optimalkan Lahan Pekarangan

42
×

Maksimalkan Potensi Pertanjan, Vita Ervina bersama Kementan Ajak KWT Optimalkan Lahan Pekarangan

Sebarkan artikel ini
Bimbingan Teknis Program Pekarangan Lestari bagi Kelompok Tani Wanita (KWT) Kabupaten Purworejo, di gedung Ganesha Convention Hall Purworejo, pada Selasa 18 Oktober 2022
Bimbingan Teknis Program Pekarangan Lestari bagi Kelompok Tani Wanita (KWT) Kabupaten Purworejo, di gedung Ganesha Convention Hall Purworejo, pada Selasa 18 Oktober 2022

PURWOREJO, purworejo24.com – Anggota Komisi IV DPR RI, Vita Ervina, SE., MBA, bekerjasama dengan Kementerian Pertanian RI menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Program Pekarangan Lestari bagi Kelompok Tani Wanita (KWT) Kabupaten Purworejo, di gedung Ganesha Convention Hall Purworejo, pada Selasa 18 Oktober 2022.

Kegiatan dengan mengusung tema Optimalisasi Program Ketahanan Pangan pada Level Desa Melalui Kegiatan P2L itu bertujuan sebagai upaya memaksimalkan potensi sector petanian khususnya dalam upaya mengoptimalkan lahan/pekarangan yang ada di sekitar tempat tinggal untuk dijadikan sebagai sumber pangan.

Bimtek itu menghadirkan 3 narasumber yaitu tentang program dan kegiatan pangan lestari oleh Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat Kementan RI, Mutiara Sari, tentang Inovasi dan Pptimalisasi Pekarangan untuk Peningkatan Pendapatan Kelompok/masyarakat oleh praktisi/champion, Eko Mardana, dan tentang Budidaya dan Pasca Panen Sayuran untuk Mendukung Program P2L oleh BPTP Jateng, juga penyerahan simbolis bantuan pengembangan pekarangan Pangan Lestari tahun 2022.

Hadir dalam kegiatan itu Koordinaror bawang merah dan sayuran umbi, Ditjen Holtikultura Kementan RI, Mutiara Sari, S.TP, Ph.D, Kabid sarana dan Prasarana Perlindungan Tanaman pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Jayadi, Penyuluh Pendamping Program P2L Kabupaten Purworejo, ketua/perwakilan Kelompok Tani penerima bantuan program pekarangan pangan Pangen Lestari dan undangan.

Anggota Komisi IV DPR RI, Vita Ervina, SE., MBA, mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan dari hasil kerjasama dirinya sebagai Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jateng VI (Purworejo, Magelang Raya, Temanggung dan Wonosobo) bersama dengan Kementerian Pertanian melalui Dirjen Hortikultura.

Bimbingan teknis itu merupakan upaya memaksimalkan potensi sektor petanian khususnya dalam upaya mengoptimalkan lahan/pekarangan yang ada di sekitar tempat tinggal kita untuk dijadikan sebagai sumber pangan.

“Dalam rangka mencapai upaya tersebut kegiatan P2L dilakukan melalui pendekatan pengembangan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture), pemanfaatan sumberdaya lokal (local wisdom), pemberdayaan masyarakat (community engagement), dan berorientasi pemasaran (go to market).

Artinya masyarakat melalui kelompok, biasanya KWT ataupun Ibu-ibu PKK diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan bagi rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga,” jelas Vita.

Menurutnya, kegiatan P2L membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat untuk budidaya berbagai jenis tanaman melalui kegiatan kebun bibit, demplot, pertanaman, dan pasca panen serta pemasaran.

Kegiatan P2L dapat dilakukan pada lahan tidur dan/atau lahan kosong yang tidak produktif, dan/atau lahan yang ada di sekitar rumah/bangunan tempat tinggal/fasilitas publik, serta lingkungan lainnya dengan batas kepemilikan yang jelas.

Nantinya hasil panen di lahan yang dikembangkan untuk dapat dijual kepada mitra UMKM yang bergerak di bidang makanan, juga meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat dengan sayuran dan hasil pekarangan yang organik, bebas pestisida sekaligus mendukung program nasional penurunan stunting dengan cara pemenuhan gizi seimbang pada bayi dan balita.

“Ada 6 kelompok wanita tani penerima program Pekarangan Lestari di tahun 2022, 3 kelompok tahun 2021, dan 1 kelompok di tahun 2020,” katanya.

Vita berharap melalui kegiatan Bimtek dan bantuan program P2L itu, Ibu-ibu KWT mampu benar-benar mengoptimalkan ketahanan pangan untuk keluarga, serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Sementara itu, Kabid sarana dan prasarana perlindungan tanaman pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Jayadi, menyebut, di Kabupaten Purworejo ada sekitar 206 KWT.

“Sementara masih baru 6 KWT tahun ini yang diusulkan mendapatkan program ini, semoga bisa berjalan dengan baik dan tahun depan bisa bertambah lagi,” katanya.(P24/Wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.