PURWOREJO, purworejo24.com – Sebuah pawai budaya disajikan oleh ratusan peserta dengan memakai kostum dan properti yang memanfaatkan limbah atau barang bekas, Selasa 18 Oktober sore.
Pawai dengan mengelilingi kota Purworejo tersebut mempertontonkan berbagai budaya nusantara dari Sabang sampai Merauke. Para peserta serempak memakai pakaian adat dari berbagai daerah yang berbahan dari barang-barang bekas seperti koran dan plastik.
Pawai yang diselenggarakan oleh SMP N 1 Purworejo itu, bertujuan untuk mengenalkan kebhinnekaan atau profil Pelajar Pancasila yang saat ini sedang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
Tuwuh Sutrisno, Kepala SMP N 1 Purworejo mengatakan, dalam Profil Pelajar Pancasila tersebut terdapat elemen kebhinnekaan global. Para peserta dalam pawai ini menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, yang berbahan dari barang bekas.
“Jadi tadi mengenalkan budaya dari seluruh Indonesia, termasuk agama juga. Ini Pawai Budaya tujuannya memasyarakatkan Kurikulum Merdeka, lebih inti lagi mengenalkan profil Pelajar Pancasila. Salah satu elemennya adalah kreativitas yang terlihat dari memakai baju adat dengan memanfaatkan limbah,” kata Tuwuh usai pawai berlangsung.
Lebih lanjut, dijelaskan, kebhinekaan melalui profil Pelajar Pancasila ini memang sedang digaungkan pemerintah oleh pemerintah pusat. Pemerintah menilai saat ini terjadi penurunan nilai Pancasila pada para siswa di Indonesia.
“Karena ada penurunan nilai karakter dari peserta didik, sehingga pemerintah merasa penting untuk membentuk karakter generasi muda mulai dari TK sampai SMA untuk memasukkan pendidikan karakter dalam pelajaran. Selama dua minggu ini semua siswa fokus tidak ada pembelajaran selain pembentukan profil Pelajar Pancasila,” katanya.
Pesertanya, lanjut Tuwuh, adalah seluruh siswa, guru, orang tua siswa dan para alumni dengan total ratusan peserta.
“Acara ini berbarengan dengan ulang tahun sekolah ke 80, dan lustrum ke 16. Rutenya dari sekolah ke Jalan Mayjend Sutoyo, keliling alun-alun, kemudian ke Jalan Jenderal Sudirman, lalu masuk sekolah lagi, sekitar 4 kilometer,” jelasnya.
Setelah Pawai Budaya ini, lanjutnya, ada beberapa rangkaian acara lain seperti berbagai macam perlombaan, pameran, pentas wayang kulit, pentas lawak, dan ditutup resepsi ulang tahun sekolah.
“Lalu ada lomba menyanyi juga, ada reuni akbar, yang datang dari seluruh angkatan, yang paling tua tahun 1953, yang sudah terkonfirmasi hadir ada 900 orang. Dalam reuni itu nanti ada bantuan sosial, pentas-pentas, dan pertunjukan kesenian Srunthul,” jelasnya.
Pawai Budaya ini, tambahnya, juga menjadi sarana persiapan marching band sekolah untuk mengikuti kompetisi Piala Raja di Yogyakarta yang akan digelar dalam waktu dekat.
“Cek fisik dan evaluasi sebelum lomba di Jogja,” sebutnya.(P24/Bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








