Pemerintahan

BPBD Purworejo Siaga Hadapi Musim Kemarau Panjang, Siapkan Ratusan Tangki Air Bersih dan Antisipasi Karhutla

10
×

BPBD Purworejo Siaga Hadapi Musim Kemarau Panjang, Siapkan Ratusan Tangki Air Bersih dan Antisipasi Karhutla

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Purworejo, Suparyono
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Purworejo, Suparyono

PURWOREJO, purworejo24.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibanding tahun sebelumnya.

Berbagai langkah antisipasi pun telah disiapkan, mulai dari penyediaan air bersih hingga pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Purworejo, Suparyono, mengatakan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Tengah mulai memasuki musim kemarau secara bertahap sejak akhir April hingga awal Juni 2026.

Sementara itu, Kabupaten Purworejo diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada akhir Mei ini.

BMKG memperkirakan musim kemarau tahun ini berlangsung sekitar 5 hingga 7 bulan dengan kondisi di atas normal, artinya lebih panas dan lebih kering dibanding sebelumnya,” kata Suparyono.

Sebagai langkah kesiapan, BPBD Purworejo telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, relawan, hingga para camat untuk membahas langkah penanganan dampak musim kemarau.

Menurutnya, dampak yang paling sering terjadi saat musim kemarau di Purworejo adalah kekeringan, kesulitan air bersih, serta potensi kebakaran hutan dan lahan.

Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat, BPBD sementara ini menyiapkan sekitar 200 tangki air bersih untuk droping ke wilayah terdampak. Selain itu, BPBD juga telah mengajukan tambahan kuota anggaran kepada Bupati Purworejo melalui perubahan anggaran daerah.

Kami juga sudah mengecek kesiapan armada tangki air, pompa air, serta tempat penampungan air di desa-desa rawan kekeringan,” jelasnya.

Dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, BPBD telah berkoordinasi dengan Cabang Dinas Kehutanan Jawa Tengah Wilayah VIII, Perhutani, pemerintah kecamatan, hingga masyarakat sekitar kawasan hutan.

Suparyono menuturkan, pada tahun lalu BPBD mendapat bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa 20 unit tandon air berkapasitas 5.000 liter yang telah disalurkan ke desa-desa rawan kekeringan.

Selain itu, bantuan pompa air dan sekitar 500 gulung selang sepanjang masing-masing 30 meter juga diterima untuk mendukung penanganan kebakaran.

Kami berharap bantuan ini cukup disiapkan saja dan tidak sampai digunakan karena tidak terjadi kebakaran hutan maupun lahan,” ujarnya.

BPBD Purworejo juga terus melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) serta komunitas relawan kebencanaan.

Saat ini BPBD menyiapkan 29 personel TRC yang siaga penuh dan membuka posko kebencanaan selama 24 jam dengan sistem dua sif.

Tiap sif terdiri dari empat personel, sementara personel lainnya bersiaga apabila sewaktu-waktu terjadi bencana,” tambahnya.

Suparyono menjelaskan, kondisi kemarau tahun 2025 tergolong “kemarau basah” sehingga kebutuhan droping air bersih hanya mencapai 41 tangki dan tidak terjadi kebakaran hutan maupun lahan.

Berbeda dengan tahun 2024 yang mengalami kemarau cukup panjang, di mana BPBD melakukan droping sebanyak 1.186 tangki air bersih dan menangani tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Adapun wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan di antaranya Kecamatan Bagelen yang hampir mencakup seluruh desa, kemudian Kecamatan Purwodadi, Kaligesing, Purworejo, Loano, dan Bener.

BPBD juga meminta pemerintah desa untuk aktif mengajukan permohonan bantuan air bersih secara resmi dengan mencantumkan titik lokasi penampungan serta jumlah kepala keluarga penerima manfaat agar distribusi air dapat dilakukan tepat sasaran.

Di akhir keterangannya, Suparyono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau panjang.

Masyarakat diharapkan menghindari aktivitas yang dapat menimbulkan percikan api, menjaga kesehatan dengan banyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi, serta menyesuaikan pola tanam dengan berkonsultasi kepada penyuluh pertanian setempat,” pungkasnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.